Kasus Kanker Melonjak Akibat Pola Hidup Kurang Sehat

Indonesia Berita Berita

Kasus Kanker Melonjak Akibat Pola Hidup Kurang Sehat
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 mediaindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 57 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 26%
  • Publisher: 92%

Kebiasaan buruk itu diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini. Pada stadium awal, kanker tidak menunjukkan gejala, sehingga seringkali tidak disadari penderita.

KETUA Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia Cosphiadi Irawan mengungkapkan tingginya angka kasus kanker di dunia, termasuk Indonesia, akibat pola hidup yang kurang sehat. Seperti, mengonsumsi makanan cepat saji dan junkfood.

"Tingginya angka kematian kanker tersebut disebabkan pola hidup yang kurang sehat. Seperti, konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, merokok dan minum alkohol," jelasnya, Senin .Pada 2020, sekitar 10 juta penduduk dunia meninggal akibat penyakit kanker. Dari tahun ke tahun, jumlah ini dilaporkan terus meningkat. Lalu pada tahun ini, diperkirakan ada sekitar 13 juta kematian akibat penyakit berbahaya tersebut.

Alhasil, banyak kasus kanker yang baru terdeteksi pada stadium lanjut. “Kebiasaan ini menyumbang hingga 30% . Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk pencegahan,” imbuh Cosphiadi. Pihaknya berharap upaya pemerintah untuk memperkuat deteksi dini penyakit kanker, dapat menekan jumlah kesakitan dan kasus kematian. “Di puskesmas nantinya ada 10 ribu USG, yang akan digunakan untuk deteksi dini kanker payudara," tuturnya.

"Sehingga, delay of diagnosis harapannya bisa kita kurangi. Ini tidak terlepas dari peran teman-teman di rumah sakit. Sudah saatnya kita mendukung pemerintah melakukan reformasi layanan kanker yang lebih baik,” sambung Cosphiadi.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

mediaindonesia /  🏆 2. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Diagnosis Penyakit Kanker Terlambat, Angka Kematian TinggiDiagnosis Penyakit Kanker Terlambat, Angka Kematian TinggiJumlah penderita kanker di Indonesia saat ini masih tinggi. Tiga jenis kanker yang masih terhitung tinggi yaitu kanker payudara, kanker serviks, dan kanker paru
Baca lebih lajut »

Deretan Kasus Besar yang Ditangani Ferdy Sambo: Bom Sarinah, Kopi Sianida hingga Kebakaran KejagungDeretan Kasus Besar yang Ditangani Ferdy Sambo: Bom Sarinah, Kopi Sianida hingga Kebakaran KejagungFerdy Sambo semasa kariernya di Polri pernah menangani kasus-kasus besar, salah satunya kasus Kopi Sianida.
Baca lebih lajut »

Lambat Diagnosis dan Pengobatan Jadi Tantangan Tangani Kanker di Tanah AirLambat Diagnosis dan Pengobatan Jadi Tantangan Tangani Kanker di Tanah AirMenurut data Globocan tahun 2020, total kasus baru kanker di Indonesia mencapai hampir 400 ribu kasus, dengan kasus terbanyak adalah kanker payudara sebanyak 16,6%.
Baca lebih lajut »

Tidak Dihiraukan Saat Minta Fogging, Padahal Kasus DBD di Banjarmasin Sedang MelonjakTidak Dihiraukan Saat Minta Fogging, Padahal Kasus DBD di Banjarmasin Sedang MelonjakSekretaris Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Mathari mengaku bingung dengan pola kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin saat ini. Pihaknya sangat sering menerima laporan dari masyarakat bahwa fogging jarang dilakukan di permukiman warga.
Baca lebih lajut »

Soal Kasus Mardani, Pakar Dari ULM Menilai ini di Luar Kebiasaan JaksaSoal Kasus Mardani, Pakar Dari ULM Menilai ini di Luar Kebiasaan JaksaVonis 10 tahun penjara dan kewajiban membayar uang pengganti Rp110 miliar yang dijatuhkan hakim kepada terdakwa Mardani H Maming rupanya dirasa belum cukup berat oleh jaksa.
Baca lebih lajut »

Kasus DBD di Situbondo Januari-Februari 2023 Capai 88 Tersebar di 7 KecamatanKasus DBD di Situbondo Januari-Februari 2023 Capai 88 Tersebar di 7 KecamatanKasus DBD di Situbondo Januari-Februari 2023 Capai 88 Tersebar di 7 Kecamatan demamberdarah
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 21:30:39