Diagnosis Penyakit Kanker Terlambat, Angka Kematian Tinggi

Indonesia Berita Berita

Diagnosis Penyakit Kanker Terlambat, Angka Kematian Tinggi
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 jawapos
  • ⏱ Reading Time:
  • 41 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 20%
  • Publisher: 51%

Jumlah penderita kanker di Indonesia saat ini masih tinggi. Tiga jenis kanker yang masih terhitung tinggi yaitu kanker payudara, kanker serviks, dan kanker paru

JawaPos.com–Jumlah penderita kanker di Indonesia saat ini masih tinggi. Berdasar data Globocan pada 2020, total kasus baru kanker hampir 400 ribu.

Baca juga:Opsi Selain Kemoterapi untuk Pasien Kanker”Namun sayangnya, saat ini masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menyadari untuk periksa dan deteksi dini,” ujar Cosphiadi Irawan. Baca juga:Kolaborasi dengan YKI, Pusat Kanker dan Radiologi Terpadu DiresmikanBerdasar laporan kementerian kesehatan, sepanjang 2019-2021 terdapat 2.827.177 perempuan usia 30-50 tahun yang telah menjalani dua jenis deteksi dini kanker tersebut. Jumlah itu baru mencapai 6,83 persen dari sasaran nasional.

Baca juga:IDAI Kepri Temukan Lebih dari 10 Anak Menderita DiabetesPenyakit kanker di Indonesia, lanjut dia, terjadi pada rata-rata usia lebih muda serta lebih agresif. Angka kekambuhan, perburukan, dan kematian kanker di Indonesia memperlihatkan angka yang lebih tinggi dibanding data regional maupun global.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

jawapos /  🏆 35. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Lambat Diagnosis dan Pengobatan Jadi Tantangan Tangani Kanker di Tanah AirLambat Diagnosis dan Pengobatan Jadi Tantangan Tangani Kanker di Tanah AirMenurut data Globocan tahun 2020, total kasus baru kanker di Indonesia mencapai hampir 400 ribu kasus, dengan kasus terbanyak adalah kanker payudara sebanyak 16,6%.
Baca lebih lajut »

BPJS Kesehatan Ingin Optimalisasi Deteksi Dini KankerBPJS Kesehatan Ingin Optimalisasi Deteksi Dini KankerMengingat, kanker merupakan bagian dari kategori penyakit katastropik (berbiaya mahal). Pada 2014-2022, total pembiayaan layanan untuk penyakit kanker mencapai Rp28,89 triliun.
Baca lebih lajut »

Kanker 'Makan Duit' BPJS Kesehatan Rp28 Triliun, Ini Permintaan DirutKanker 'Makan Duit' BPJS Kesehatan Rp28 Triliun, Ini Permintaan DirutDIrut BPJS Kesehatan mengungkapkan beberapa permintaan terkait tingginya klaim penyakit kanker yang tembus Rp28 triliun.
Baca lebih lajut »

Terlambat Skrining, ODHA MeninggalTerlambat Skrining, ODHA MeninggalJumlah orang dengan HIV/AIDS di Kabupaten Madiun meningkat. Dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat tahun lalu terdapat 111 pasien positif. Dari jumlah tersebut, 20 persen di antaranya meninggal dunia.
Baca lebih lajut »

90% Kanker Bisa Dikendalikan Jika Terdeteksi Dini90% Kanker Bisa Dikendalikan Jika Terdeteksi DiniDeteksi yang terlambat justru memperparah situasi. Persentase kematian mencapai 90% bila kanker kadung ditemukan saat stadium lanjut.
Baca lebih lajut »

12 Tanda-tanda Kanker Paru-paru Stadium Awal yang Harus Diwaspadai12 Tanda-tanda Kanker Paru-paru Stadium Awal yang Harus DiwaspadaiGejala kanker paru-paru stadium awal meliputi, batuk terus-menerus, batuk berdarah, dan sesak napas. Diagnosis dini bisa meningkatkan kesembuhan.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 21:51:06