Pesawat kargo yang membawa bahan bangunan itu awalnya dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 07.30 WIT setelah terbang dari Nabire menuju Sugapa.
"Saya tegaskan insiden yang dialami pesawat Rimbun Air murni kecelakaan, bukan karena faktor lain apalagi ditembak KKB," kata AKBP Sandi, Kamis pagi.
Dia mengatakan, pesawat kargo yang membawa bahan bangunan itu awalnya dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 07.30 WIT setelah terbang dari Nabire menuju Sugapa pada pukul 06.40 WIT.Sekitar pukul 11.00 WIT warga melaporkan menemukan puing pesawat Rimbun Air di ketinggian 2.400 meter, sekitar 5 kilometer dari bandara Bilogai.
Dia menambahkan, insiden yang dialami pesawat Rimbun Air dengan nomor penerbangan PK OTW diduga karena kecelakaan akibat cuaca yang berkabut. Namun, untuk kepastiannya baru diketahui setelah memeriksa kotak hitam pesawat.Menurut dia, saat ini jenazah ketiga awak pesawat sudah siap dievakuasi ke Timika.
Ketiganya nantinya akan dimakamkan di kampung halaman masing-masing seperti pilot Mirza dimakamkan di Bogor, co pilot Fajar di Bekasi dan mekanik Iswahyudi di Balikpapan, jelas AKBP Sandi Sultan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Potret Pesawat Rimbun Air PK-OTW yang Jatuh di Pegunungan Wabu PapuaFoto Pesawat perintis berkode PK-OTW pembawa kargo milik maskapai Rimbun Air jatuh di Pegunungan Wabu, Papua. Ada tiga kru di pesawat ini. Lihat potretnya yuk!
Baca lebih lajut »
Pesawat Rimbun Air Ditemukan Hancur di Daerah Rawan KKB, Evakuasi Korban Pakai Jalur Darat'Memang rawan (KKB) tapi Insya Allah tidak diganggulah. Evakuasi akan melibatkan masyarakat, TNI-Polri, wakil bupati juga sudah ada di sini,' kata Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan. | Regional
Baca lebih lajut »
Tiga awak Rimbun Air dievakuasi ke Timika, kotak hitam sudah ditemukanTiga awak pesawat Rimbun Air dengan nomor penerbangan PK OTW yang jatuh di Bukit Kampung Bilogai, dekat Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Rabu (15/9) ...
Baca lebih lajut »