Selat Taiwan kembali memanas lantaran sebuah kapal perang Amerika Serikat berlayar melalui wilayah tersebut pada Kamis (5/1/2023) dan memicu kemarahan China.
Transit Chung-Hoon melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, tambah pernyataan itu.
"Kapal perang AS sering melenturkan otot atas nama kebebasan navigasi. Ini bukan tentang menjaga wilayah bebas dan terbuka," kata pernyataan itu, dilansir"China akan terus waspada dan siap menanggapi semua ancaman dan provokasi kapan saja, dan akan dengan tegas menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya."
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
17 Pesawat dan 3 Kapal China Dekati Taiwan, Taipei SiagaSebanyak 17 pesawat militer beserta tiga kapal China memasuki wilayah dekat Taiwan pada Jumat (6/1/2023) pagi waktu setempat.
Baca lebih lajut »
|em|Bikin|/em| Marah China! Kapal Militer AS Malah Lintasi Selat Taiwan |Republika OnlineAS klaim kehadiran di Selat Taiwan bukti komitmennya terhadap Indo-Pasifik
Baca lebih lajut »
Kapal Patroli Yunani Lepaskan Tembakan Peringatan ke Kapal TurkiAwak kapal patroli penjaga pantai Yunani melepaskan tembakan peringatan Kamis (5/1) pagi, untuk mencegah kapal penjaga pantai Turki yang mencoba menabrak mereka di Laut Aegea timur, kata pihak berwenang di Athena. Ketegangan antara kedua negara tetangga itu tetap tinggi. Penjaga pantai Turki...
Baca lebih lajut »
Kapal Tenggelam Akibat Lambung Bocor, Puluhan Wisatawan Mancanegara SelamatSebelum kapal tenggelam, enam kru kapal dan 23 wisatawan tercebur ke laut.
Baca lebih lajut »
Mantan Sekjen NATO: Negara Demokrasi Harus Tunjukan Konsekuensi pada China |Republika OnlineChina menegaskan punya hak gunakan kekuatan untuk menegaskan kedaulatannya di Taiwan
Baca lebih lajut »
Diduga Jadi Mata-mata China, Taiwan Tahan Para Perwira MiliternyaSeorang mantan perwira dan enam perwira aktif militer China diduga jadi mata-mata untuk China. Taiwan menahan tiga perwira aktif dan seorang pensiunan perwira Angkatan...
Baca lebih lajut »