Dalam pandemi Covid-19 ini diimbau untuk ciptakan suasana positif, tenang dan gembira
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah beberapa hari dari kejadian tawuran pelajar di Jalan Pramuka Raya, Matraman, Jakarta Timur pada Selasa lalu yang menewaskan dua orang, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia , Seto Mulyadi mengatakan kondisi Covid-19 memicu anak-anak bertindak kekerasan. "Kondisi Covid-19 memicu anak-anak untuk melakukan tindakan-tindakan kekerasan atau memicu perilaku agresif.
"Jadi dalam situasi ini target utama yakni damai. Ciptakan suasana positif, tenang dan gembira," ujar dia. Selain peran masyarakat, peran media sosial juga penting. Kak seto menjelaskan mefia sosial harusnya diisi dengan kegiatan uang edukatif dan kreatif, sebab tawuran yang terjadi berasal dari ajakan di media sosial.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kepala OPD Positif Covid-19, Wabup Probolinggo: Kami Sering Rapat Covid-19 dengan DiaBupati Probolinggo P Tantriana Sari, Wabup Timbul Prihanjoko, dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjalani tes swab massal.
Baca lebih lajut »
Update Corona 19 Agustus 2020: Kasus Negatif Covid-19 MelonjakData tersebut diumumkan situs resmi penanganan Covid-19 di Indonesia.
Baca lebih lajut »
UPDATE 19 Agustus: Ada 79.174 Orang Suspek Terkait Covid-19 di IndonesiaJumlah suspek terkait Covid-19 di Indonesia hingga Rabu (19/8/2020) pukul 12.00 WIB mencapai 79.174 orang.
Baca lebih lajut »
10 Provinsi dengan Kasus Sembuh Lebih Tinggi dari Kasus Baru COVID-19 per 19 AgustusData laporan harian COVID-19 per 19 Agustus 2020 menunjukkan ada 10 provinsi yang melaporkan kasus sembuh lebih tinggi dari kasus baru COVID-19.
Baca lebih lajut »