Jokowi: Setiap hari terjadi kemacetan di Jakarta kibat pembangunan transportasi publik yang terlambat 30 tahun.
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut pembangunan transportasi publik di Jakarta terlambat 30 tahun. Hal ini mengakibatkan Ibu Kota tersebut mengalami kemacetan karena masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.Walaupun dalam beberapa tahun terkahir pemerintah telah membangun moda transportasi publik yang baru, Jokowi menyebut jumlahnya belum mencukupi. 'Di Jakarta terlambat 30 tahun kira-kira, meskipun sekarang sudah ada MRT tapi baru 1 jalur.
Moda ini dipilih karena ongkosnya jauh lebih murah dan efisien dibandingkan moda transportasi publik lainnya. 'Karena kalau tidak , semua orang nanti naik mobil pribadi, tidak ada yang mau menggunakan transportasi massal,' ujar Jokowi. Dalam peresmian hari ini, Jokowi sekaligus menjajal moda transportasi tersebut dengan naik dari Depo Maros menuju Stasiun Rammang-Rammang.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jakarta Macet Pagi-Malam, Jokowi Sebut Terlambat 30 TahunPresiden Joko Widodo bicara keterlambatan pembangunan infrastruktur transportasi di Jakarta.
Baca lebih lajut »
Larangan Buka Bersama, Jokowi: Bukan untuk Masyarakat Umum |Republika OnlineJokowi sebut arahan tidak buka bersama hanya berlaku untuk internal pemerintah.
Baca lebih lajut »
Azas Tigor Jadi Komisaris LRT Jakarta, Pj Heru: Bisa Bantu Percepatan Pembangunan LRT |Republika OnlinePj Heru Budi membantah penunjukan Azas Tigor agar tak mengkritik program Pemprov DKI.
Baca lebih lajut »
Jokowi: Keterlambatan Pembangunan Transportasi Massal Sebabkan Kemacetan |Republika OnlineKeterlambatan pembangunan transportasi massal terjadi hampir di semua pulau besar.
Baca lebih lajut »
Pembentukan Komite Fatwa Halal, Guru Besar UIN Jakarta Sebut Sesuai dengan Hukum |Republika OnlinePemerintah memiliki target 1 juta sertifikat halal pada tahun 2023.
Baca lebih lajut »
Polisi Sebut Berkas Mario Dandy dan Shane Lukas Masih Diperiksa Kejati DKI JakartaSaat ini, Penyidik Dit Reskrimum Polda Metro Jaya masih menunggu hasil penelitian Jaksa Penuntut Umum terhadap berkas ...
Baca lebih lajut »