Presiden Joko Widodo menginginkan BUMN di bidang pariwisata dan penerbangan digabungkan. Upaya itu sebagai langkah melompat di tengah pandemi Covid-19. Jokowi
jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengutarakan wacananya yang ingin menggabungkan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang pariwisata dan penerbangan. Hal ini untuk mendongkrak kedua sektor itu di tengah pandemi Covid-19.
Baca Juga: Jokowi juga mengamini data Badan Pusat Statistik yang menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2020 terkontraksi di minus 5,32. Dalam kasus ini, sektor pariwisata dan penerbangan terkontraksi paling dalam. Sementara untuk data wisawatawan mancanegara, Jokowi telah menerima laporannya. Pada kuartal kedua 2020, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mencapai 482 ribu orang. "Ini turun 81 persen utk quarter to quarter dan turun 87 persen untuk YoY .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jokowi Ingin BUMN Penerbangan dan Pariwisata Dimerger |Republika OnlineSektor pariwisata dan penerbangan paling terdampak pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Jokowi Buka Peluang Melebur BUMN Penerbangan dan PariwisataPresiden Jokowi membuka peluang penggabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pariwisata dan penerbangan. Hal ini sebagai...
Baca lebih lajut »
Wamen BUMN Sebut Modal Bank Banyak Terkuras pada 2021Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyatakan banyak bank butuh suntikan karena modal mereka terkuras pada 2021 akibat corona.
Baca lebih lajut »
Jokowi Diminta Buat Perpres Atasi Rangkap Jabatan Komisaris BUMNPresiden Jokowi diminta membuat Perpres untuk mengatasi banyaknya rangkap jabatan pada level komisaris BUMN.
Baca lebih lajut »
Fadli Zon Pinjam Istilah Jokowi Buat Menyentil BUMNFadli Zon menyatakan rangkap jabatan komisaris BUMN merupakan pemborosan uang negara. FadliZon
Baca lebih lajut »
Jokowi Keluhkan tak Meratanya Lalin Penerbangan di Indonesia |Republika OnlineSaat ini terdapat 30 bandara internasional di Indonesia.
Baca lebih lajut »