Jokowi mengaku sangat menyesali terjadinya berbagai pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di sejumlah peristiwa. Baca selengkapnya di
- Presiden Joko Widodo menyatakan, pelanggaran hak asasi manusia berat memang terjadi pada masa lalu.
Hal itu disampaikannya setelah menerima laporan dari Tim Penyelesaian Non Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Istana Negara pada Rabu . "Saya telah membaca dengan seksama laporan dari PPHAM pelanggaran HAM berat yang dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 17 Tahun 2022," ujar"Dengan pikiran jernih dan hati yang tulis sebagai Kepala Negara saya mengakui bahwa pelanggaran HAM berat memang terjadi di masa lalu," kata dia.Presiden pun mengaku sangat menyesali terjadinya pelanggaran HAM berat pada sejumlah peristiwa.1. Peristiwa 1965-19664. Peristiwa Rumoh Geudong dan Pos Sattis, Aceh 19897.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Presiden Jokowi Akui 12 Peristiwa Pelanggaran HAM Berat: 1965, Mei 1998, hingga PapuaJokowi umumkan bahwa dirinya mengakui dengan tulus adanya 12 peristiwa pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Jokowi Akui Ada Pelanggaran HAM Berat di Berbagai Peristiwa, Ini DaftarnyaPresiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengakui adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang terjadi di berbagai peristiwa di masa lalu.
Baca lebih lajut »
Jokowi Akui Ada Pelanggaran HAM Berat di Indonesia |Republika OnlineJokowi menyebut 12 kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Jokowi Akui Ada Pelanggaran HAM Berat di Berbagai PeristiwaJokowi mengakui ada pelanggaran HAM berat dalam berbagai peristiwa. Jokowi mengatakan hal itu diakuinya setelah membaca laporan dari tim yang dibentuknya.
Baca lebih lajut »
Pemerintah Indonesia akui 12 pelanggaran HAM berat masa laluPresiden Jokowi menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia mengakui terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dalam sedikitnya 12 peristiwa di masa lalu.
Baca lebih lajut »