Delapan partai di DPR dukung sistem pemilihan terbuka, hanya PDIP ingin tertutup.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, M Jusuf Kalla ikut buka suara tentang kontroversi sistem pemilihan proporsional terbuka dan tertutup. JK berpandangan sistem pemilihan proporsional terbuka yang saat ini berjalan sudah paling ideal.
Namun, JK tidak menjelaskan kelemahan dari sistem pemilihan terbuka. Hanya saja, sistem pemilu proporsional tertutup juga tidak lepas dari kelemahan. Saat itu, JK punya dua alasan, yakni agar masyarakat mengetahui siapa yang dipilih. Yang kedua, lanjut JK, jika terbuka maka calon akan berkampanye sendiri.""Kalau tertutup, cenderung calon tidak berkampanye, tapi partai yang berkampanye. Dan yang paling sulit adalah menentukan nomor-nomor," katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tanpa PDIP, Delapan Parpol Bertemu Bahas Penolakan Sistem Proporsional Tertutup |Republika OnlineDelapan parpol menegaskan pertemuan ini tak terkait dengan Presiden Jokowi.
Baca lebih lajut »
Delapan Parpol Parlemen Vs PDIP Soal Sistem Pemilu, MK Jadi Penentu |Republika OnlineDelapan parpol parlemen menyatakan lima sikap penolakan sistem proporsional tertutup.
Baca lebih lajut »
MK di Antara PDIP Vs Delapan Parpol | Republika IDSistem proporsional tertutup adalah sebuah langkah mundur.
Baca lebih lajut »
Delapan Fraksi DPR Tolak Sistem Pemilu Proporsional TertutupDelapan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak sistem pemilu proporsional tertutup dalam pemilihan legislatif pada Pemilu 2024.
Baca lebih lajut »
PDIP Respons Pertemuan 8 Parpol Tolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup: Kita HormatiPDIP mengaku menghormati pertemuan delapan partai politik (parpol) yang menolak sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024.
Baca lebih lajut »
Sekjen PDIP Bocorkan Aktivitas Megawati Sebelum Umumkan Capres PDIP | merdeka.comHasto belum mengetahui apakah HUT ke-50 PDIP kali ini akan mengumumkan sosok capres dan cawapres Pilpres 2024.
Baca lebih lajut »