Jika Prabowo Gabung Koalisi Jokowi, Itu Sama Saja Mempermalukan Diri dan Pemilihnya

Indonesia Berita Berita

Jika Prabowo Gabung Koalisi Jokowi, Itu Sama Saja Mempermalukan Diri dan Pemilihnya
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 jpnncom
  • ⏱ Reading Time:
  • 61 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 28%
  • Publisher: 59%

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto diminta untuk tidak bergabung dengan koalisi Joko Widodo dan konsisten sebagai oposisi pemerintah. Gerindra

diminta untuk tidak bergabung dengan koalisi Joko Widodo dan konsisten sebagai oposisi pemerintah.

Menurut pengamat politik Dedi Kurnia, apabila Prabowo bergabung dengan Joko Widodo, hal itu sama saja dengan mempermalukan diri sekaligus pemilihnya di Pilpres 2019. "Prabowo tidak sadari, 68 juta pemilih setidaknya berharap Prabowo menjadi presiden, atau sekurang-kurangnya sebanyak itu tidak menyukai Jokowi. Jika hari ini kemudian Prabowo menjual kepercayaan publik dengan kursi kahinet, maka Gerindra terancam ditinggal pemilih," kata Dedi kepada JPNN.com, Jumat .Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion menyadari Jokowi akan mendapat keuntungan jika Prabowo bergabung.

"Ini penanda kurang baik bagi demokrasi kita, pemerintah yang terlalu dominan akan melahirkan tirani," jelas dia. Dedi mengharapkan antara Jokowi dan Prabowo menjaga etika politik untuk menghasilkan pemerintahan yang berimbang, pengawasan proporsional, dan kekuasaan tidak dominan hanya satu sisi. Kondisi saat ini, sebenarnya sudah sangat berpihak pada pemerintah, bisa kita lihat dari parlemen yang dikuasai mitra koalisi pemerintah.Hanya saja, menurut dia, dalam politik praktis, Gerindra terlanjur kalah baik di Pilpres juga di Pileg, sehingga memerlukan ruang unjuk menonjolkan diri di kabinet.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

jpnncom /  🏆 25. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Prabowo: Jika Tak Masuk Kabinet, Kami Loyal Jadi PenyeimbangPrabowo: Jika Tak Masuk Kabinet, Kami Loyal Jadi PenyeimbangKetua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan Indonesia tidak mengenal istilah oposisi, melainkan pihak penyeimbang yang melakukan checks and balances.
Baca lebih lajut »

Akademisi: Tak Soal Jika Partai Oposisi Dapat Jatah MenteriAkademisi: Tak Soal Jika Partai Oposisi Dapat Jatah MenteriMasuknya partai oposisi di pemerintahan justru dianggap positif oleh akademisi.
Baca lebih lajut »

Mancini: Fantantis Jika Italia Segera Lolos Putaran FinalMancini: Fantantis Jika Italia Segera Lolos Putaran FinalRoberto Mancini melakukan sejumlah perubahan di skuat Italia.
Baca lebih lajut »

50% Aturan Internal di KPK Bakal Berubah Jika UU Baru Berlaku50% Aturan Internal di KPK Bakal Berubah Jika UU Baru BerlakuSalah satu poin pelemahan tersebut, yakni kewenangan penyadapan yang dipangkas.
Baca lebih lajut »

Petani Ancam Menginap Jika Jokowi Tak Dengar TuntutanPetani Ancam Menginap Jika Jokowi Tak Dengar TuntutanPara petani mengancam akan menginap di sekitar Patung Kuda, Jakarta, karena diadang kepolisian saat menuju ke Istana Kepresidenan Jokowi.
Baca lebih lajut »

MU Harus Gerak Cepat Jika Ingin AllegriMU Harus Gerak Cepat Jika Ingin AllegriManchester United harus bergerak cepat jika ingin Massimiliano Allegri menggantikan Ole Gunnar Solskjaer. Allegri tak mau mengambil alih klub di tengah musim.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-03-28 01:20:04