Aktor Jesse Eisenberg yang membintangi film 'The Social Network' (2010) membagikan pandangannya tentang tokoh Mark Zuckerberg yang ia perankan. Ia menyatakan bahwa Zuckerberg telah berubah dari sosok yang memiliki 'rasa akan kebenaran' menjadi 'figur yang terobsesi dengan kekuasaan'. 15 tahun setelah film tersebut dirilis, Eisenberg merasa perubahan tersebut menarik perhatiannya sebagai aktor.
Bintang Hollywood Jesse Eisenberg, yang memerankan Mark Zuckerberg dalam film populer 2010 'The Social Network', mengatakan bahwa pemilik platform Facebook tersebut telah berubah dari sosok yang memiliki 'rasa akan kebenaran' menjadi 'figur yang terobsesi dengan kekuasaan'. Eisenberg mengambil sudut pandang simpatik yang cukup luas dari sosok Zuckerberg ketika memerankan sang miliarder Silicon Valley itu dalam film besutan David Fincher.
Film tersebut dipandang mengangkat citra Facebook di mata publik. 'Sebagai seorang aktor, tugasmu adalah berempati dengan karakter, tidak hanya berempati, namun juga menjustifikasi ,' kata Eisenberg kepada AFP dalam wawancara untuk mempromosikan film arahannya 'A Real Pain' baru-baru ini. 'Saya saat itu berpikir bahwa karakter (Zuckerberg) sebagai seseorang yang mampu memahami hal-hal tertentu lebih cepat dibandingkan orang lain, dan sosok yang memiliki rasa akan kebenaran yang lahir dari kecemerlangannya,' jelas Eisenberg. Namun 15 tahun kemudian, saat Zuckerberg telah mengubah pandangan politiknya untuk sejalan dengan pemerintahan baru Presiden Donald Trump dan menghilangkan fitur pemeriksa fakta pada platform Facebook di Amerika Serikat, Eisenberg kini telah mengubah pandangannya akan sosok yang pernah ia perankan itu.'Anda bertanya-tanya seperti, 'oh orang ini tidak berubah menjadi sosok pemberani'. Orang ini berubah menjadi sosok yang terobsesi dengan ketamakan dan kekuasaan. Hal itu menarik bagi saya sebagai seorang aktor yang sempat berpikir banyak tentang dirinya pada satu waktu,' tambah aktor kelahiran New York berusia 41 tahun itu. 'The Social Network' berhasil membawa nama Eisenberg ke tampuk ketenaran. perannya sebagai Zuckerberg diganjar nominasi Oscar untuk kategori aktor terbaik. Eisenberg akan kembali tampil dalam ajang Oscar pada 2 Maret mendatang dengan film besutannya 'A Real Pain', yang ia tulis, sutradarai dan bintangi bersama dengan aktor jebolan serial televisi 'Succession,' Kieran Culkin. 'A Real Pain' merupakan film komedia berkisah tentang dua sepupu Yahudi yang pergi mengikuti tur Holocaust di Polandia. Film tersebut meraih dua nominasi Oscar, yaitu untuk kategori naskah asli terbaik yang ditulis Eisenberg, serta aktor pendukung terbaik lewat peran Culkin
JESSE EISENBERG MARK ZUCKERBERG THE SOCIAL NETWORK FACEBOOK OSCAR
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Mark Zuckerberg Terlihat Melihat Ke Arah Dada Lauren Sanchez Saat Pelantikan TrumpDalam sebuah kejadian yang menarik perhatian, Mark Zuckerberg, CEO Facebook, terlihat mengalihkan pandangannya ke arah Lauren Sanchez, kekasih Jeff Bezos, selama upacara pelantikan Presiden Donald Trump pada hari Selasa (21/1).
Baca lebih lajut »
Magis Donald Trump bikin Bos TikTok, Tim Cook dan Mark Zuckerberg ManutDonald Trump akan dilantik menjadi Presiden AS pada 20 Januari 2025 waktu setempat. Bos TikTok Shou Zi Chew bersama Tim Cook, hingga Mark Zuckerberg merapat.
Baca lebih lajut »
CIA Bisa Intip Chat WhatsApp Warga RI, Mark Zuckerberg Bilang BeginiWhatsApp warga Indonesia bisa diintip CIA. Mark Zuckerberg blak-blakan bilang begini.
Baca lebih lajut »
Mark Zuckerberg Sebut CIA Bisa Bobol Enkripsi dan Baca Pesan WhatsAppCEO Meta, Mark Zuckerberg mengungkap bahwa WhatsApp kita bisa dibaca oleh CIA, begini caranya.
Baca lebih lajut »
Meta Dituduh Sengaja Gunakan Materi Bajakan untuk Latih AI Atas Restu Mark ZuckerbergMeta dituduh menggunakan materi bajakan untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) besutannya, Llama, bahkan dengan restu langsung dari CEO Mark Zuckerberg.
Baca lebih lajut »
CEO Meta Mark Zuckerberg Tak Gentar Hadapi DeepSeek!Mark Zuckerberg menanggapi kehadiran DeepSeek, AI asal China yang disebut-sebut mampu menyaingi OpenAI dan strategi Meta untuk menghadapi kompetisi di dunia AI.
Baca lebih lajut »