Strategi pertama untuk tekan defisit BPJS adalah menaikkan premi iuran peserta
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah telah memutuskan tiga strategi yang akan dilakukan untuk mengatasi defisit anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Strategi pertama, pemerintah akan menaikkan premi yang harus dibayarkan oleh peserta jaminan. Nominal kenaikan tersebut, kata Wapres, masih dalam penghitungan oleh tim teknis.
Baca Juga Iuran bulanan BPJS Kesehatan saat ini terbagi dalam tiga jenis, yakni Rp25.500 untuk peserta jaminan kelas III, Rp51.000 untuk peserta jaminan kelas II dan tertinggi Rp80.000 untuk peserta jaminan kelas I. Strategi ketiga, pemerintah akan kembali menyerahkan wewenang jaminan sosial kesehatan tersebut ke masing-masing pemerintah daerah. Artinya, pengelolaan tagihan fasilitas kesehatan yang ditanggung BPJS Kesehatan akan menjadi tanggung jawab gubernur, bupati dan wali kota masing-masing daerah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pemerintah tetapkan tiga strategi atasi defisit BPJS KesehatanPemerintah telah memutuskan tiga strategi yang akan dilakukan untuk mengatasi defisit anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, kata Wakil ...
Baca lebih lajut »
BPJS Kesehatan Defisit, Pemerintah Setuju Iuran DinaikkanPemerintah telah menyetujui untuk menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan.
Baca lebih lajut »
Bahas Defisit, Jokowi Panggil Dirut BPJS KesehatanBelum ada kesepakatan untuk menaikkan iuran BPJS.
Baca lebih lajut »
JK: Pemerintah Harus Selesaikan Defisit BPJS KesehatanHingga kini belum ada solusi BPJS Kesehatan untuk menutup defisit tersebut.
Baca lebih lajut »
Agar Proteksi Kesehatan tidak Terputus
Baca lebih lajut »
Jumlah warga Cianjur penerima bantuan BPJS Kesehatan bertambahJumlah warga penerima bantuan untuk pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pemkab Cianjur, Jawa Barat, bertambah karena penambahan anggaran untuk jaminan sosial ...
Baca lebih lajut »