ICW mendesak KPK untuk turut menyelidiki penyebab kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung.
Foto aerial bangunan gedung utama Kejaksaan Agung usai terbakar tadi malam, di Jakarta Selatan, Minggu 23 Agustus 2020. ) untuk turut mengusut penyebab kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung pada Sabtu . Pengusutan oleh KPK penting untuk memastikan kebakaran tersebut murni kecelakaan atau justru telah direncanakan pihak tertentu untuk menghilangkan berkas atau barang bukti yang tersimpan di Gedung Kejaksaan Agung.
Kurnia menegaskan, penanganan dugaan suap Jaksa Pinangki belum selesai. Kejaksaan Agung, katanya masih berkewajiban untuk membuktikan sejumlah hal. Salah satunya, Korps Adhyaksa belum menetapkan pihak yang menyuap Jaksa Pinangki Sirna Malasari.
Kurnia menegaskan, ICW sejak awal meragukan komitmen Kejaksaan Agung dalam menangani perkara yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Terlebih lagi banyak kejadian yang menciptakan situasi skeptisisme publik. Mulai dari dikeluarkannya pedoman pemeriksaan Jaksa, pemberian bantuan hukum kepada Jaksa Pinangki, dan terakhir terbakarnya gedung Kejaksaan Agung.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
ICW Desak KPK Turut Usut Kebakaran Gedung Kejaksaan AgungPengusutan oleh KPK penting untuk memastikan kebakaran tersebut murni kecelakaan atau justru telah direncanakan pihak tertentu.
Baca lebih lajut »
ICW Temukan Anggaran Influencer Rp 90 Miliar, Ini Tanggapan MenkominfoMenteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengaku tak mengetahui temuan Indonesian Corruption Watch (ICW) soal belanja pemerintah untuk membayar influencer sejak 2017. / Nasional
Baca lebih lajut »
Anggaran Influencer Rp 90,45 Miliar, KPK Jangan DiamElite Demokrat dorong KPK dan BPK mengusut anggaran influencer yang mencapai Rp 90,45 miliar. Influencer
Baca lebih lajut »
KPK Bakal Awasi Rekam Jejak Calon Kepala DaerahKPK bakal melakukan pengawasan khusus terkait pendanaan pilkada dan rekam jejak bagi para calon kepala daerah. KPK
Baca lebih lajut »
KPK Pelototi Rekam Jejak Calon Kepala Daerah'Karena kami tidak ingin ada pilkada yang menggunakan dana-dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,' kata Ketua KPK Firli Bahuri di Jakarta, Jumat (21/8).
Baca lebih lajut »