Pj Gubernur DKI Jakarta mengatakan tidak akan menerapkan kebijakan ganjil genap selama 24 jam.
jpnn.com - JAKARTA - Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan tidak akan menerapkan kebijakan ganjil genap 24 jam untuk mengatasi polusi di ibu kota.
"Saya tidak akan menambah ganjil genap untuk 24 jam. Itu perlu kajian," kata Heru kepada wartawan di Jakarta Barat, Minggu . Sebelumnya, Heru siap menemui sejumlah kepala daerah di wilayah penyangga Jakarta, yakni Bekasi, Depok dan Tangerang serta Bogor untuk membahas skema ganjil genap selama 24 jam.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Heru Budi: Saya Tidak Akan Menambah Ganjil Genap 24 Jam, Itu Perlu KajianPenjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, tidak akan mengambil kebijakan menambah waktu pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap menjadi 24 jam.
Baca lebih lajut »
Heru Budi: Saya Tidak Akan Tambah Ganjil Genap Jadi 24 Jam di JakartaPj Gubernur DKI Heru Budi Hartono menegaskan tidak akan menerapkan ganjil genap 24 jam untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.
Baca lebih lajut »
Usulan Gage Jadi 24 jam Guna Atasi Polusi Udara, Heru Budi: Saya Tidak Akan MenambahPenjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menegaskan bahwa tidak akan memberlakukan kebijakan ganjil genap (gage) kendaraan di Jakarta selama 24 jam.
Baca lebih lajut »
Pj Gubernur Heru Budi Minta Bank DKI Beri Cicilan Bunga Murah Bagi ASN Beli Kendaraan Listrik"Saya minta ASN beli baru, nanti saya minta kepada Bank DKI agar dalam waktu tertentu bisa memberikan cicilan bunga murah, kata Heru.
Baca lebih lajut »
Penyiraman Jalan Tak Efektif Tangani Polusi, Ini Kata Heru BudiMenurut Heru, ini merupakan upaya sementara dari berbagai upaya jangka pendek untuk segera menangani polusi udara.
Baca lebih lajut »
Heru Budi Tunggu Kajian KLHK Soal Semprot Air ke Jalan Bisa Tekan Polusi Udara di JakartaPj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi menunggu kajian dari Kementerian LHK soal penyemprotan air ke jalan bisa tekan polusi udara.
Baca lebih lajut »