Pemerintah memperbolehkan masyarakat bepergian dengan syarat hasil PCR atau rapid test negatif. Padahal rapid test tidak bisa dijadikan acuan diagnosa COVID-19. Lalu, bagaimana? RapidTest VirusCorona via detikHealth
Pemeriksaan dengan tes cepat antibodi atau rapid test banyak ditentang oleh para ahli karena memiliki sensitivitas yang rendah untuk menentukan diagnosa. Kemungkinan terjadi hasil negatif palsu ataupun positif palsu dari rapid test cenderung tinggi sehingga dampaknya bisa berbahaya dan merugikan.
"Karena ya kalau dengan rapid test itu memberikan false sense of security jadi justru bisa jadi masalah baru," sambungnya.Ahmad meminta agar masyarakat menunda melakukan perjalanan jika tidak mendesak. Terlebih di masa pandemi COVID-19 masih ada banyak kemungkinan untuk tertular baik di pesawat atau tempat tujuan akhir.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Wisatawan Masuk Pangandaran Bebas |em|Rapid Test|/em| |Republika OnlineSyarat bebas rapid test hanya berlaku bagi wisatawan asal Jawa Barat.
Baca lebih lajut »
Dua Pegawai Positif Covid-19, AEON Mal BSD Gelar Rapid Test |Republika Online1.200 karyawan AEON Mal BSD jalani rapid test
Baca lebih lajut »
Jerinx Ungkap Alasan Sentil Rapid Test di Balik 'Kacung WHO'Jerinx mengaku mempersoalkan rapid test karena merasa kasihan kepada masyarakat yang dipaksa mengikuti tes dengan hasil akurasi yang dipertanyakan.
Baca lebih lajut »
Terbang dengan Citilink ke Semua Rute Domestik, Dapat Gratis Rapid Test - Tribun TravelTiket.com menawarkan promo free rapid test untuk pemesanan tiket Citilink ke semua rute domestik.
Baca lebih lajut »
Citilink Sediakan Layanan Rapid Test GratisCitilink bekerja sama dengan jaringan klinik Homecare24 menyediakan layanan khusus gratis rapid test Covid-19
Baca lebih lajut »
Tokopedia Awasi Penjualan Rapid Test dan Vaksin Covid-19 |Republika OnlineTokopedia bersikap proaktif dan menjaga agar aktivitas sesuai hukum yang berlaku
Baca lebih lajut »