Hari Ini dalam Sejarah: Bencana Banjir Bandang Wasior, Papua Barat, 150 Orang Meninggal Dunia

Indonesia Berita Berita

Hari Ini dalam Sejarah: Bencana Banjir Bandang Wasior, Papua Barat, 150 Orang Meninggal Dunia
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 kompascom
  • ⏱ Reading Time:
  • 14 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 9%
  • Publisher: 68%

Pada 4 Oktober 2010, terjadi bencana banjir bandang di Wasior, Papua Barat, 150 orang meninggal dunia.

Hari itu, 4 Oktober 2010 sekitar pukul 08.30, saat warga hendak memulai aktivitas, terdengar suara gemuruh bersama datangnya luapan air Sungai Batang Salai.Sementara, 150 lainnya dinyatakan hilang., 6 Oktober 2010, memberitakan, hujan terus mengguyur desa Wasior sejak hari Minggu, 3 Oktober 2010, hingga Senin dini hari.Rumah warga yang rata-rata semi permanen dari kayu hanyut dan runtuh akibat terjangan banjir.Hal inilah yang menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa.

Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama menyebutkan, warga yang sudah ke luar rumah bergegas menyelamatkan diri ke perbukitan.Pemberitaan Harian, 7 Oktober 2010, menuliskan, ribuan rumah rusak dan 8.000 warga mengungsi menuju Manokwari dengan kapal perintis.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

kompascom /  🏆 9. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Menhub Bakal Kembangkan 3 Bandara Perintis di Papua BaratMenhub Bakal Kembangkan 3 Bandara Perintis di Papua BaratTiga bandara perintis tersebut seperti Bandara Waisai Teluk Wondama Fakfak, Bandara Utarom Kaimana, dan Bandara Nabire.
Baca lebih lajut »

Pemprov Sumatera Barat Bantah Ajak Perantau Minang Tinggalkan PapuaPemprov Sumatera Barat Bantah Ajak Perantau Minang Tinggalkan PapuaPemerintah provinsi Sumatera Barat (Sumbar) membantah mengajak perantau Minang untuk meninggalkan Wamena, Papua menyusul kerusuhan yang terjadi pada pekan lalu.
Baca lebih lajut »

Gubernur Papua: Jangan Tinggalkan PapuaGubernur Papua: Jangan Tinggalkan PapuaEnembe menyampaikan permintaan maaf kepada semua warga Sumbar.
Baca lebih lajut »

Kapolda Papua Bantah Video Papua Kembali MemanasKapolda Papua Bantah Video Papua Kembali MemanasDalam video yang beredar, terdapat kalimat provokatif yang menyebut bahwa pada Rabu (2/10) sore kondisi Papua kembali memanas.
Baca lebih lajut »

MUI Papua: Setop Pakai Istilah Orang Asli Papua dan PendatangMUI Papua: Setop Pakai Istilah Orang Asli Papua dan Pendatang'Ingin saya sampaikan pada kesempatan baik ini, kita mesti setop bicara orang asli Papua dan pendatang,' kata Ketua MUI Papua Saiful Islam Al Payage. MUI Papua
Baca lebih lajut »

Intelektual Papua: Pelaku kekerasan di Papua bukan orang terpelajarIntelektual Papua: Pelaku kekerasan di Papua bukan orang terpelajarTenaga ahli kelembagaan desk Papua Bappenas Moksen Idris Sirfefa menilai bahwa pelaku kekerasan di wilayah Papua, seperti Wamena, Jayapura, dan Manokwari ...
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-05 09:37:55