Wacana melakukan amandemen UUD 1945 muncul. Fraksi Partai Gerindra MPR memastikan, jika jadi dilakukan, amandemen UUD 1945 tak akan merecoki hal-hal yang terkait jabatan presiden. Gerindra AmandemenUUD1945
MPR memastikan, jika jadi dilakukan, amandemen UUD 1945 tak akan merecoki hal-hal yang terkait jabatan presiden., kita sudah sepakat bahwa MPR itu tidak mengembalikan bahwa pilihan presiden kembali ke MPR, tidak," kata Ketua F-Gerindra MPR Ahmad Riza Patria di d'Consulate Resto&Lounge, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu .Masa jabatan presiden juga tak akan diubah.
"Iya, kita tidak akan mengembalikan umpamanya nanti presiden kembali seumur hidup, kan tidak begitu atau tiga periode, tidak begitu. Atau periodisasi DPR jadi enam tahun, kan tidak begitu. Atau presiden jadi delapan tahun, tidak begitu," tegasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
MPR Pastikan Prabowo Setuju Amendemen UUD 1945Prabowo Subianto disebut setuju dengan pimpinan MPR untuk melakukan Amendemen UUD 1945. PrabowoSubianto
Baca lebih lajut »
Prabowo Setuju Haluan Negara Dibangkitkan Lewat Amendemen UUD 1945Prabowo memberikan dua poin masukan terkait haluan negara.
Baca lebih lajut »
Bertemu Megawati, Pimpinan MPR RI Bahas Usulan Amandemen Terbatas UUD NRI 1945Pimpinan MPR RI juga akan menemui Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono serta Wakil Presiden Jusuf Kalla. MPRRI
Baca lebih lajut »
Ketua MPR Akan Temui SBY Bahas Rencana Amandemen Terbatas UUD 1945Bamsoet mengatakan, pihaknya akan sangat terbuka untuk mendengar masukan terkait amandemen. Baik dari ketua umum partai ataupun pihak lainnya.
Baca lebih lajut »
MPR Jamin Amandemen UUD 1945 Tak Ubah Sistem Pemilihan PresidenAmandemen konstitusi itu hanya akan dilakukan terkait haluan negara, tidak mengubah sistem pemilihan atau masa jabatan presiden....
Baca lebih lajut »
Pakar Nilai Amandemen UUD 1945 soal GBHN Tak Punya Urgensi'Yang paling parah kalau narasi presiden dipilih MPR dikembalikan lagi. Jadi saya melihatnya beyond GBHN,' kata Bivitri Susanti.
Baca lebih lajut »