Gereja Swedia Miliki Lebih Banyak Pendeta Perempuan Dibanding Laki-laki

Indonesia Berita Berita

Gereja Swedia Miliki Lebih Banyak Pendeta Perempuan Dibanding Laki-laki
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 voaindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 30 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 15%
  • Publisher: 63%

Untuk pertama kalinya lebih banyak perempuan yang menjadi pendeta di Gereja Swedia, dibandingkan laki-laki. Ini merupakan isyarat bahwa kesetaraan gender membuat langkah besar sejak perempuan pertama kali ditahbiskan sebagai pendeta di Swedia pada tahun 1960.

Pendeta Elisabeth Oberg Hansen telah menjadi pendeta selama lebih dari 30 tahun dan membimbing seorang pendeta muda untuk memberikan khotbah kepada sebuah jemaat kecil di Stockholm.

“Maksud saya, di dalam semua bidang kehidupan masyarakat, dan khususnya studi akademis, lebih banyak perempuan. Lebih banyak perempuan yang belajar. Jadi saya kira apa yang terjadi di dalam gereja saat ini lebih merupakan cerminan atas apa yang ada dalam masyarakat. Saya bangga menjadi bagian dari gereja di mana ada pendeta perempuan dan sebagainya.”Ilustrasi.

Dengan semakin banyaknya perempuan yang belajar menjadi pendeta, banyak yang sudah mempertimbangkan bakal adanya keseimbangan gender di gereja, tetapi tidak disangka jika hal itu akan terjadi dalam waktu dekat.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

voaindonesia /  🏆 15. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

PM Swedia Klaim Kebijakan tak Karantina Wilayah Tepat |Republika OnlinePM Swedia Klaim Kebijakan tak Karantina Wilayah Tepat |Republika OnlinePM Swedia mengatakan telah memilih strategi yang tepat dalam memerangi Covid-19
Baca lebih lajut »

Swedia Catatkan Rekor Kematian Tertinggi dalam 150 TahunSwedia Catatkan Rekor Kematian Tertinggi dalam 150 TahunSwedia mencatatkan rekor tertinggi angka kematian dalam paruh pertama 2020. Disebut paling tinggi sejak bencana kelaparan parah melanda negara ini pada 1869. via detikHealth
Baca lebih lajut »

Benarkah Herd Immunity di Swedia Gagal? Begini Penjelasannya...Benarkah Herd Immunity di Swedia Gagal? Begini Penjelasannya...Persentase kematian terkait Covid-19 di Swedia, yaitu 5.700 jiwa, termasuk yang paling buruk di dunia.
Baca lebih lajut »

Erdogan Kembali Ubah Bekas Gereja Romawi Jadi MasjidErdogan Kembali Ubah Bekas Gereja Romawi Jadi MasjidRecep Tayyip Erdogan kembali mengubah sebuah bekas gereja era Romawi di Istanbul jadi masjid RecepTayyipErdogan
Baca lebih lajut »

Usai Hagia Sophia, Turki Ubah Bekas Gereja Lainnya Jadi Masjid LagiUsai Hagia Sophia, Turki Ubah Bekas Gereja Lainnya Jadi Masjid LagiBangunan berusia 1.000 tahun ini sejarahnya sangat mirip Hagia Sophia. Keduanya juga lokasinya berdekatan di sisi Eropa Istanbul.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-03-25 21:58:07