Gempa bumi dengan magnitudo 2,9 terjadi di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Selasa (6/8/2019), pukul 07.02 WIT.
Sorong, Beritasatu.com - Gempa bumi dengan magnitudo 2,9 terjadi di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Selasa , pukul 07.02 WIT, namun tidak berpotensi terjadinya tsunami.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Stasiun Geofisika BMKG Sorong menyebutkan, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 0.68 lintang selatan dan 130.45 bujur timur yang berjarak 50 km Barat Daya Raja Ampat dengan kedalaman 10 km. Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal akibat Sesar aktif.
Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Gempa bumi magnitudo 2.9 terjadi di Raja AmpatGempa bumi dengan magnitudo 2.9 skala terjadi di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Selasa, pukul 07.02 WIT, namun tidak berpotensi terjadinya ...
Baca lebih lajut »
Tiga destinasi Raja Ampat berpeluang meraih penghargaan ISTATiga destinasi wisata Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, berpeluang meraih penghargaan nasional Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) atau ...
Baca lebih lajut »
Mungkinkah Gempa Bumi Menjalar dan Saling Picu?Gejala menjalarnya gempa bumi, secara ilmiah, masih sulit diterangkan.
Baca lebih lajut »
Rumah korban bencana gempa bumi di Lombok belum selesai dibangunRumah korban bencana gempa bumi di Lombok belum selesai dibangun. Warga korban gempa berada di rumahnya yang belum dibangun di Dusun Luk, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Tanjung, ...
Baca lebih lajut »
[HOAKS] Gempa Magnitudo 9 Pasca-gempa BantenMenurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, informasi yang berkembang tersebut tidak benar.
Baca lebih lajut »