Erick Thohir enggan menjadi relawan untuk uji coba klinis vaksin Covid-19 tahap ketiga. Apa alasannya?
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir enggan menjadi relawan untuk uji coba klinis vaksin Covid-19 tahap ketiga. Ia beralasan, sebagai pemimpin, tak etis bila dia memperoleh imunisasi vaksin pertama kali.'Bukannya takut. Tapi lebih baik relawan yang sesuai dengan prototipe yang dicari. Meski pingin disuntik, tapi rakyat dulu.
Jika berhasil, Bio Farma akan memproduksinya secara berkala.Erick mengatakan, Juru Bicara Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, bersedia menjadi relawan tersebut. 'Jubir saya, dia mau,' kata Erick.Ihwal uji klinis tersebut, Erick meyakinkan bahwa calon vaksin itu aman. Apalagi, ia menduga vaksin keluaran Sinovac ini pada uji klinis tahap pertama dan keduanya telah diujicobakan ke manusia.Pemerintah menargetkan imunisasi vaksin Covid-19 akan dilaksanakan pada kuartal pertama 2021.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jubir satgas COVID-19: Ada 208 kandidat vaksin COVID-19Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan hingga saat ini ada 208 kandidat vaksin COVID-19 di berbagai tahapan yang sedang dikembangkan oleh berbagai negara. Vaksin COVID19
Baca lebih lajut »
Erick Thohir Heran Penanganan Covid-19 Diberitakan BurukErick Thohir mengaku heran dengan pemberitaan buruk penanganan covid-19 Pemerintah Jokowi. Pasalnya, tingkat kematian terendah dibanding populasi.
Baca lebih lajut »
Erick Thohir Enggan Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Covid-19, Apa Sebabnya?Untuk melakukan pengujian tersebut, Bio Farma tengah mencari 1.620 relawan yang mau disuntikan vaksin tersebut ke dalam tubuhnya.
Baca lebih lajut »
Erick Heran dengan Persepsi Negatif Penanganan Covid-19 |Republika OnlinePemerintah bekerja keras mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 19 JutaData kasus Covid-19 di dunia sudah mencapai 19.005.306 setelah adanya penambahan kasus baru pada hari ini sebanyak 39.908
Baca lebih lajut »
Pandemi Covid-19 Jadi |em|Blessing in Disguise|/em| untuk BPRS |Republika OnlineBPRS sempat mengalami shock tapi berhasil diatasi bersama-sama.
Baca lebih lajut »