Cina tak melirik RI sebagai negara tujuan investasi. Apa sebabnya?
TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dipandang sebagai satu-satunya negara di kawasan Asean yang gagal memanfaatkan dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina.Indonesia dinilai gagal menarik minat perusahaan-perusahaan Cina untuk merelokasi bisnis mereka yang terseret perang dagang. Alih-alih Indonesia, banyak perusahaan manufaktur Cina memilih negara lain seperti Vietnam dan Malaysia.
Lebih lanjut dipaparkan oleh Lee, perusahaan elektronik Taiwan Pegatron memang telah memutuskan untuk membangun pabrik di Batam, Indonesia.Kendati demikian, perusahaan multinasional lainnya bersikap hati-hati karena beberapa faktor, seperti undang-undang ketenagakerjaan yang mengharuskan pengusaha membayar pesangon yang tinggi meskipun pekerja terkait dipecat.“Indonesia telah kehilangan kesempatan, dan saya pikir ini adalah seruan bagi pemerintah untuk berbuat lebih banyak,” ujar Lee.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Cadev Tergerus, Ekonom Peringatkan Arus Modal Asing Terus BerkurangTergerusnya cadangan devisa (Cadev) pada bulan September 2019 menurut Ekonom Indef perlu menjadi perhatian serius karena...
Baca lebih lajut »
Kalah Saing dan Tutup Pabrik di Cina, Laba Samsung AnjlokLaba Samsung pada Juli hingga September 2019 diperkirakan anjlok hingga 56%
Baca lebih lajut »
AS Tambah Daftar Hitam Perusahaan CinaEntitas itu terlibat pelanggaran HAM dan kampanye penindasan Cina.
Baca lebih lajut »
Langka, Lahir Kembar Anak Singa Putih di Hari Nasional CinaKembar singa putih yang langka lahir pada 2 Oktober di Taman Margasatwa Jinan di Provinsi Shandong, Tiongkok timur.
Baca lebih lajut »
Startup Unicorn Bikin Indonesia Kinclong di AsiaBicara teknologi, andil Indonesia di ranah Asia makin kentara, bahkan disebut-sebut mengungguli Singapura. Hal ini tak terlepas dari muncul berbagai perusahaan startup yang sebagian sudah berstatus unicorn. Startup via detikinet
Baca lebih lajut »