Saham First Republic Bank telah turun lebih dari 90% sepanjang tahun ini dan mencapai rekor terendah pada hari Rabu. - Halaman 1
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. mencapai rekor terendah pada hari Rabu setelah laporan mengatakan pemerintah AS tidak ingin campur tangan dalam proses penyelamatan bank yang ditinggal nasabah-nasabahnya .
Saham perusahaan terakhir turun 25% menjadi US$ 6,05 , setelah kehilangan hampir separuh nilai pada hari Selasa. Saham ini telah turun lebih dari 90% sepanjang tahun ini dan mencapai rekor terendah pada hari Rabu, yang dihentikan berkali-kali karena volatilitas. Pejabat pemerintah AS saat ini tidak ingin campur tangan dalam proses penyelamatan First Republic, demikian dilaporkan oleh
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Krisis Bank AS Ngeri, Saham First Republic Anjlok 50% SehariFirst Republic mengatakan kliennya menarik US$ 102 miliar deposito pada kuartal pertama, lebih dari setengah dana pihak ketiga yang dipegang perusahaan.
Baca lebih lajut »
IHSG Ditutup Zona Hijau, Saham BBCA, BBRI, ASII & BMRI Laris ManisSebanyak 325 saham menguat, 210 saham melemah, dan 201 saham stagnan pada penutupan IHSG hari ini.
Baca lebih lajut »
Bank Raksasa Prancis Curi Start Borong Saham-saham Royal DividenBank raksasa asal Prancis tancap gas memborong saham-saham royal dividen jelang rangkaian agenda RUPST pada Mei 2023.
Baca lebih lajut »
Wall Street Terkapar karena DPK First Republic Bank AnjlokBursa AS Wall Street turun karena First Republic Bank mengatakan bahwa simpanannya turun 40% menjadi US$ 104,5 miliar pada kuartal pertama 2023.
Baca lebih lajut »
Nyaris Bangkrut, Nasabah First Republic Bank Tarik Dana Rp1.492 TriliunFirst Republic Bank menyusun rencana untuk menopang keuangan perusahaan setelah simpanan nasabah anjlok 41 persen menjadi US$104,5 miliar pada kuartal I/2023.
Baca lebih lajut »
Wah, Nasabah Bank AS Ini Tarik Dana Rp 1.523 Triliun!Angka itu lebih dari setengah simpanan yang dipegang First Republic Bank pada akhir tahun lalu.
Baca lebih lajut »