Dinkes: |em|New Normal|/em| Jangan Diartikan Terbebas dari Covid-19 |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Dinkes: |em|New Normal|/em| Jangan Diartikan Terbebas dari Covid-19 |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 53 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 25%
  • Publisher: 63%

Dinkes Provinsi Lampung serukan masyarakat tetap jalankan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan terkait dengan pelaksanaan normal baru di tengah pandemi Covid-19. Protokol tersebut tak boleh dianggap hal sepele.

"Normal baru jangan artikan bahwa kita terbebas dari Covid-19, sehingga masker tidak dikenakan, berkerumun, seharusnya kita lebih waspada karena pandemi belum usai meski kita terus harus produktif," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, di Bandarlampung, Ahad. Sebagai langkah adaptasi, menurut Reihana, masyarakat diserukan mematuhi protokol kesehatan, yaitu mengenakan masker, selalu mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Protokol kesehatan itu harus menjadi bagian dari gaya hidup. Baca Juga Dia mengemukakan disiplin masyarakat dalam menaati protokol kesehatan terutama di ruang publik, dapat membantu pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19. Masyarakat juga berperan besar dalam menghindari terjadinya klaster baru.

"Saat di ruang publik, seperti pasar tradisional, transportasi umum, sebaiknya masyarakat lebih waspada dan menerapkan protokol kesehatan agar tidak timbul klaster baru," katanya.sumber : Antara BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Menggagas |em|New Normal|/em| Berbasis Resiko Daerah |Republika OnlineMenggagas |em|New Normal|/em| Berbasis Resiko Daerah |Republika OnlineKapasitas pengujian dan kualitas data di Indonesia dinilai kurang akurat
Baca lebih lajut »

Sleman Siapkan Sektor Wisata Jelang |em|New Normal|/em| |Republika OnlineSleman Siapkan Sektor Wisata Jelang |em|New Normal|/em| |Republika Online'Pekan depan kami akan tinjau kesiapan wisata Merapi,' kata bupati Sleman.
Baca lebih lajut »

Enam Kabupaten/Kota di Kepri Penuhi Syarat |em|New Normal|/em| |Republika OnlineEnam Kabupaten/Kota di Kepri Penuhi Syarat |em|New Normal|/em| |Republika OnlineSaat ini ada empat kebupaten dan dua kota di Kepri yang bisa terapkan new normal.
Baca lebih lajut »

Hadapi |em|New Normal, |/em|AUSCI Luncurkan Program Gotong Royong |Republika OnlineHadapi |em|New Normal, |/em|AUSCI Luncurkan Program Gotong Royong |Republika OnlineAUSCI meluncurkan program gotong royong bertajuk 'Cinta Kasih Tanpa Pilih Kasih'
Baca lebih lajut »

CDC AS Rilis Pedoman Baru dalam |em|New Normal|/em| |Republika OnlineCDC AS Rilis Pedoman Baru dalam |em|New Normal|/em| |Republika OnlineCDC merekomendasikan beberapa panduan untuk menyambut New Normal.
Baca lebih lajut »

Rektor UPI: Inovasi Pendidikan Penting dalam |em|New Normal|/em| |Republika OnlineRektor UPI: Inovasi Pendidikan Penting dalam |em|New Normal|/em| |Republika OnlineInovasi pendidikan di era New Normal termasuk dalam optimalisasi peran orang tua
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 08:37:43