Menggagas |em|New Normal|/em| Berbasis Resiko Daerah |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Menggagas |em|New Normal|/em| Berbasis Resiko Daerah |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 89 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 39%
  • Publisher: 63%

Kapasitas pengujian dan kualitas data di Indonesia dinilai kurang akurat

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- New normal diklaim hanya diadopsi oleh daerah dengan angka reproduksi virus di bawah 1, yang mengindikasikan tingkat penularan yang telah terkendali, sehingga diyakini tidak akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 meski masyarakat melakukan aktivitas secara normal. Namun statistik Rt di Indonesia diyakini tidak akurat terkait rendahnya kualitas data.

“IDEAS mengidentifikasi tiga faktor penentu resiko penyebaran Covid-19 Kabupaten-Kota, yaitu interaksi sosial, keterpaparan eksternal dan mobilitas penduduk,” ungkap Fajri Azhari, Peneliti IDEAS, di Tangerang Selatan, Ahad . “Dengan berakhirnya PSBB, menjadi tantangan besar untuk terus menjaga pembatasan sosial terutama di metropolitan utama Jawa yang kini merupakan episentrum wabah, demi melindungi lebih dari 150 juta penduduk Jawa,” kata Fajri. Baca Juga Faktor penentu penyebaran wabah Covid-19 yang kedua adalah keterpaparan eksternal, dimana suatu daerah menarik minat kedatangan penduduk dari luar wilayah karena daya tarik yang dimiliki daerah tersebut.

Serupa dengan daerah wisata, daerah dengan kekayaan SDA yang berlimpah cenderung menarik investasi dari luar daerah dan karenanya tenaga kerja luar wilayah, bahkan menarik investasi dan tenaga kerja asing. Daerah kaya SDA ini didominasi oleh daerah sentra tambang migas dan batu bara seperti Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Papua.

“Daerah dengan mobilitas penduduk yang sangat tinggi ini didominasi oleh kawasan aglomerasi, dimana kota inti menjadi pusat bisnis dengan daerah penyangga menjadi kawasan pemukiman. Hal ini menjadi sumber utama tingginya jumlah perjalanan harian, seperti di Jabodetabek, Surabaya Raya, Bandung Raya dan Medan Raya,” ungkap Fajri.

Peneliti IDEAS lainnya, Febbi Meidawati menyimpulkan dengan perbedaan tingkat resiko penyebaran Covid-19 antar daerah, maka menjadi penting untuk mendesain new normal yang berbeda antar daerah sesuai tingkat resiko penyebaran Covid-19. Semakin tinggi tingkat resiko penyebaran Covid-19 suatu daerah, semakin ketat protokol new normal yang harus diadopsi oleh daerah tersebut.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Sleman Siapkan Sektor Wisata Jelang |em|New Normal|/em| |Republika OnlineSleman Siapkan Sektor Wisata Jelang |em|New Normal|/em| |Republika Online'Pekan depan kami akan tinjau kesiapan wisata Merapi,' kata bupati Sleman.
Baca lebih lajut »

Enam Kabupaten/Kota di Kepri Penuhi Syarat |em|New Normal|/em| |Republika OnlineEnam Kabupaten/Kota di Kepri Penuhi Syarat |em|New Normal|/em| |Republika OnlineSaat ini ada empat kebupaten dan dua kota di Kepri yang bisa terapkan new normal.
Baca lebih lajut »

Hadapi |em|New Normal, |/em|AUSCI Luncurkan Program Gotong Royong |Republika OnlineHadapi |em|New Normal, |/em|AUSCI Luncurkan Program Gotong Royong |Republika OnlineAUSCI meluncurkan program gotong royong bertajuk 'Cinta Kasih Tanpa Pilih Kasih'
Baca lebih lajut »

CDC AS Rilis Pedoman Baru dalam |em|New Normal|/em| |Republika OnlineCDC AS Rilis Pedoman Baru dalam |em|New Normal|/em| |Republika OnlineCDC merekomendasikan beberapa panduan untuk menyambut New Normal.
Baca lebih lajut »

|em|New Normal|/em|, AMALI: Pesantren Perlu Evaluasi Pola Hidup Sehat |Republika Online|em|New Normal|/em|, AMALI: Pesantren Perlu Evaluasi Pola Hidup Sehat |Republika OnlinePesantren dan Ma’had Aly tidak menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19.
Baca lebih lajut »

Rektor UPI: Inovasi Pendidikan Penting dalam |em|New Normal|/em| |Republika OnlineRektor UPI: Inovasi Pendidikan Penting dalam |em|New Normal|/em| |Republika OnlineInovasi pendidikan di era New Normal termasuk dalam optimalisasi peran orang tua
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 13:55:30