Depok Desak Kebijakan Bersama Kendalikan Penyebaran Covid-19 |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Depok Desak Kebijakan Bersama Kendalikan Penyebaran Covid-19 |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 28 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 14%
  • Publisher: 63%

Penanganan Covid-19 di Kota Depok tidak bisa dilaksanakan sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Wali Kota Depok, Mohammad Idris, meminta pemerintah pusat merancang kebijakan bersama untuk penanganan Covid-19. Terutama di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi .

Idris mengatakan, selain sifat warganya yang commuter, faktor lainnya, yaitu tidak adanya akses pembatas antarwilayah. Untuk itu, diperlukan kebijakan bersama agar penyebaran Covid-19 dapat terkendali."Dengan adanya kebijakan ini, percepatan penanganan Covid-19 akan lebih efektif dilakukan," terang dia.

"Kota Depok berbeda dengan Papua atau Belitung yang memiliki pembatas alam yang jelas berupa bukit dan pantai. Jadi mudah saja menutup akses warga untuk keluar ataupun masuk wilayah tersebut," jelas Tito.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Update Covid-19: Tambah 1.821, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 141.370Update Covid-19: Tambah 1.821, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 141.370Penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.821 ini didapat dari hasil pemeriksaan spesimen sebanyak 12.453.
Baca lebih lajut »

Obat Covid-19 Unair Diragukan Pakar, Ini Tanggapan Satgas Covid-19Obat Covid-19 Unair Diragukan Pakar, Ini Tanggapan Satgas Covid-19'Pasti Universitas Airlangga dalam menjalankan tes dan uji klinis dari obat yang dikembangkan telah melalui kaji etik,' kata Wiku.
Baca lebih lajut »

Konsorsium Riset Covid-19 Tegaskan, Belum Ada Obat Covid-19 di DuniaKonsorsium Riset Covid-19 Tegaskan, Belum Ada Obat Covid-19 di DuniaKetua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemeristek/BRIN menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada obat yang spesifik untuk Covid-19 di dunia.
Baca lebih lajut »

Satgas Covid-19: Obat Covid-19 Kolaborasi Unair, TNI dan BIN Belum ada Izin EdarSatgas Covid-19: Obat Covid-19 Kolaborasi Unair, TNI dan BIN Belum ada Izin EdarUniversitas Airlangga bersama dengan TNI dan BIN mengklaim sedang mengembangkan kombinasi obat penawar Covid-19. Bagaimana tanggapan Satgas Covid-19?
Baca lebih lajut »

Positif Covid-19 di Depok Melonjak, Bertambah 46 Orang |Republika OnlinePositif Covid-19 di Depok Melonjak, Bertambah 46 Orang |Republika OnlineKasus positif Covid-19 yang masih aktif di Depok sebanyak 463 orang.
Baca lebih lajut »

Update Covid-19 Depok, Terjadi Lonjakan Positif 46 Orang |Republika OnlineUpdate Covid-19 Depok, Terjadi Lonjakan Positif 46 Orang |Republika OnlineGTPP Covid-19 Depok menyebut dalam tambahan pasien sembuh Covid-19
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-06 17:26:53