Demokrasi Perlu Oposisi: Kritik untuk Prabowo yang Mendekat ke Koalisi Jokowi

Indonesia Berita Berita

Demokrasi Perlu Oposisi: Kritik untuk Prabowo yang Mendekat ke Koalisi Jokowi
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 detikcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 27 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 14%
  • Publisher: 51%

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah memberi sinyal kuat untuk merapat ke koalisi Presiden Jokowi. Bagaimana jadinya jika demokrasi tanpa oposisi? Oposisi Prabowo

Direktur Populi Center Usep S Ahyar mengatakan negara yang menganut sistem demokrasi itu meniscayakan adanya oposisi. Menurutnya, jika tanpa oposisi, proses"Dalam konteks demokrasi. Harusnya ada oposisi. Juga bukan sembarangan oposisi. Demokrasi itu harus memiliki oposisi yang kuat dan subtantif.

Dia lantas menyoroti beberapa manuver Prabowo dan ketum partai oposisi lainnya yang hendak merapat ke pemerintah. Menurutnya, manuver-manuver tersebut soal hitung-hitungan politik. "Ya Pak Prabowo dan kawan-kawan itu hitung-hitungan politik aja. Dan ini kan kepintaran partai politik pendukung pemerintah mengkonsolidasikan politik. Politik itu kan di dinamis. Tapi mungkin keputusan terakhir itu setelah kabinet terbentuk. Namun saya menduga, naga-naganya banyak yang masuk koalisi pemerintah," paparnya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikcom /  🏆 29. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Jokowi dan Prabowo Makin Mesra, Media Australia Sebut Indonesia Defisit DemokrasiJokowi dan Prabowo Makin Mesra, Media Australia Sebut Indonesia Defisit DemokrasiSydney Morning Herald pada Senin (14/10) mempublikasikan sebuah artikel opini tentang situasi politik terkini Indonesia. Artikel tersebut menyoroti manuver Jokowi dan Prabowo jelang pelantikan presiden pertemuanJokowidanPrabowo
Baca lebih lajut »

YLBHI Sebut Periode Kedua Jokowi Makin Kelam bagi DemokrasiYLBHI Sebut Periode Kedua Jokowi Makin Kelam bagi DemokrasiYLBHI menilai periode kedua Jokowi akan semakin kelam di sektor hukum dan kehidupan demokrasi, jika tak membenahi kelembagaan Polri dan Kejaksaan Agung.
Baca lebih lajut »

Gerindra-Demokrat ke Jokowi Dinilai Kerugian Buat DemokrasiGerindra-Demokrat ke Jokowi Dinilai Kerugian Buat DemokrasiFormappi menilai Gerindra akan merugi jika benar bergabung ke pemerintah.
Baca lebih lajut »

Pemerintahan baru, Presiden Jokowi perlu teknokrat untuk calon mentanPemerintahan baru, Presiden Jokowi perlu teknokrat untuk calon mentanPemerintahan baru Presiden Joko Widodo pada periode 2019-2024, untuk posisi calon menteri pertanian atau mentan disarankan merupakan sosok teknokrat ...
Baca lebih lajut »

Usai Temui Jokowi dan Paloh, Prabowo akan Temui Cak IminUsai Temui Jokowi dan Paloh, Prabowo akan Temui Cak IminPrabowo akan menemui Cak Imin malam ini.
Baca lebih lajut »

PKS Tanggapi Safari Politik Prabowo ke Pimpinan Partai Koalisi Jokowi-Ma'ruf.PKS Tanggapi Safari Politik Prabowo ke Pimpinan Partai Koalisi Jokowi-Ma'ruf.Upaya Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto yang tengah melakukan safari politik kepada sejumlah pimpinan partai koalisi pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin, ditanggapi Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera. PKS
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-03 14:52:35