Sekjen PBB Antonio Guterres menuturkan organisasinya terancam kehabisan uang pada akhir Oktober karena mengalami defisit anggaran sebesar Rp3,2 triliun.
Berdasarkan laporan, bujet operasional PBB pada 2018-2019 mencapai US$5,4 miliar atau Rp76,4 triliun. Anggaran itu tidak termasuk dana untuk memenuhi kebutuhan misi perdamaian PBB.Guterres mengatakan untuk menghemat pengeluaran, PBB akan menunda sejumlah pertemuan dan mengurangi pelayanan. Ia menuturkan kantornya akan membatasi perjalanan resmi setiap pejabat PBB.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kerugian bencana pada September di Sukabumi mencapai Rp3,2 miliarBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat kerugian material akibat bencana yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ...
Baca lebih lajut »
Turki Hendak Gelar Operasi Militer ke Utara Suriah, PBB Bersiap yang TerburukErdogan memperingatkan serangan Turki ke markas Kurdi Suriah bisa berlangsung kapan saja.
Baca lebih lajut »
Ini Strategi Pemkab Karawang Cegah Kebocoran Pendapatan dari PBBBapenda Karawang juga berencana menerapkan sistem pembayaran melalui aplikasi.
Baca lebih lajut »
Serangan ranjau di Mali tewaskan penjaga perdamaian PBBSeorang penjaga perdamaian PBB tewas dan empat lainnya terluka pada Minggu (6/10), saat kendaraan mereka melindas ranjau di Mali utara, demikian misi PBB ...
Baca lebih lajut »
PBB: Hentikan Kekerasan terhadap Demonstran di IrakLiga Arab berharap, Pemerintah Irak mengambil semua langkah untuk menenangkan situasi
Baca lebih lajut »
Surya Anta Sakit, YLBHI Kritik Polisi Langgar Konvensi PBBYLBHI mengkritik kepolisian karena dianggap melanggar konvensi antipenyiksaan PBB sebab membiarkan tahanan kasus makar, Surya Anta, sakit telinga berhari-hari.
Baca lebih lajut »