Sanksi dikeluarkan setelah AS menghukum pejabat China soal Uighur.
REPUBLIKA.CO.ID,BEIJING -- China mengumumkan sanksi yang sesuai terhadap Amerika Serikat, Senin kemarin. Sanksi ini dikeluarkan setelah Washington menghukum pejabat senior China, atas perlakuan terhadap Muslim Uighur di wilayah Xinjiang. Baca Juga Langkah China itu dilakukan ketika hubungan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia telah merosot. Kemerosotan ini merupakan akibat dari ketidaksepakatan mengenai beberapa isu.
Rubio, Cruz dan Smith memiliki semua sponsor terkait undang-undang masalah hak asasi manusia di China. Tindakan semacam itu telah menerima dukungan kuat di Kongres AS dari anggota kedua belah pihak. Rubio, Cruz dan Smith adalah anggota Partai Republik Presiden Donald Trump. Ia juga menyebut China akan membuat tanggapan lebih lanjut berdasarkan pada bagaimana situasi berkembang. Hua tidak menjelaskan lebih lanjut terkait hal ini
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
China Balas Sanksi AS Terkait Muslim Uigur |Republika OnlineAS memberi sanksi bagi pejabat senior China atas kebijakan terhadap Muslim Uighur
Baca lebih lajut »
AS: Klaim China atas Laut China Selatan Melanggar Hukum!Washington juga tuduh Beijing menindas negara-negara lain yang mengklaim kawasan Laut China Selatan. Pemerintah Amerika...
Baca lebih lajut »
Ahli Virus China Melarikan diri ke AS, Klaim Beijing Menutup-nutupi Corona'Alasan saya datang ke AS adalah karena saya menyampaikan pesan kebenaran Covid'. Li-Meng Yan, dokter China yang berspesialisasi...
Baca lebih lajut »
Viral Batik Diklaim Milik China, Warganet Indonesia BersuaraMedia China mengklaim batik jadi kerajinan milik Negeri Tirai Bambu.
Baca lebih lajut »
Saksi Persekongkolan Jahat WHO dan China, Tahu Kelemahan COVID-19Konsultan WHO yang juga ilmuwan China berhasil kabur ke Amerika Serikat karena keselamatan jiwanya terancam. Tak hanya mengetahui...
Baca lebih lajut »
China Kembali Tolak Ajakan AS Bahas Kontrol Senjata NuklirBeijing mengatakan bahwa mereka hanya akan bergabung dengan perundingan jika AS mengurangi persenjataan nuklirnya, setidaknya...
Baca lebih lajut »