Cerita 2 Eks WNI Dilarang Pulang ke RI Usai Tolak Akui Bung Karno Dalang 1965

Indonesia Berita Berita

Cerita 2 Eks WNI Dilarang Pulang ke RI Usai Tolak Akui Bung Karno Dalang 1965
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 detikcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 25 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 13%
  • Publisher: 51%

Kisah mengharukan diungkap dua mantan WNI korban Peristiwa 1965-1966. Keduanya terpaksa hidup dalam pengasingan dan dicabut kewarganegaraannya.

Kedua korban Peristiwa 1965-1966 itu adalah Jaroni Soejomartono dari Ceko dan Sudaryanto Yanto Priyono dari Rusia. Keduanya mewakili korbanuntuk menerima pemulihan hak-hak korban pelanggaran HAM berat masa lalu di Pidie, Aceh.

"Ya pada waktu September 30 65, terjadi sesuatu peristiwa di Indonesia yang menyangkut adanya kudeta di Indonesia dan apa yang kita terima adalah bahwa kudeta itu didalangi oleh Bung Karno dan buat saya pribadi itu sangat tidak masuk akal sebab Bung Karno waktu itu sudah menjadi presiden dengan dukungan yang kuat," kata Roni, Selasa .Roni menuturkan, saat itu, dia dan teman-temannya kemudian diminta untuk menandatangi persetujuan atas terbentuknya pemerintahan yang baru.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikcom /  🏆 29. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Saat Jokowi Tawari Eksil Korban Peristiwa 1965 untuk Kembali Jadi WNI...Sudaryanto dan Suryo adalah contoh eksil peristiwa 1965 yang dicabut kewarganegaraannya oleh Orde Baru. Pemerintah kini 'merangkul' mereka kembali.
Baca lebih lajut »

Eksil korban peristiwa 1965: Apa kaitan mereka dengan label PKI sehingga tidak diakui sebagai WNI? - BBC News IndonesiaEksil korban peristiwa 1965: Apa kaitan mereka dengan label PKI sehingga tidak diakui sebagai WNI? - BBC News IndonesiaBeberapa eksil korban tragedi nasional 1965 mengaku tetap tidak menyesal atas sikap mereka yang tidak bersedia mendukung pemerintahan Presiden Soeharto di bawah rezim Orde Baru dan sebaliknya tegas menyatakan kesetiaan kepada Presiden Sukarno, walau berakibat mereka tidak diakui sebagai WNI.
Baca lebih lajut »

Kontroversi Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat di Luar PengadilanKontroversi Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat di Luar PengadilanSebagian korban ingin penyelesaian pelanggaran HAM berat lewat pengadilan. Korban peristiwa 1965 berharap cap komunis dicabut. KoranTempo
Baca lebih lajut »

Jokowi Resmi Luncurkan Penyelesaian Non-Yudisial untuk 12 Peristiwa Pelanggaran HAM Berat Masa LaluJokowi resmi meluncurkan pelaksanaan penyelesaian non-yudisial terhadap 12 peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu
Baca lebih lajut »

Jokowi Sebut Pemerintah Berkomitmen untuk Tak Ulangi Peristiwa Pelanggaran HAM BeratPemerintah berkomitmen untuk tak ulangi peristiwa pelanggaran HAM berat.
Baca lebih lajut »

Tentara Bayaran Wagner Group Membelot, Berikut Imbauan KBRI Moskow bagi WNI di RusiaTujuh imbauan KBRI Moskow bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Rusia menyusul pemberontakan Wagner Group.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 13:27:30