Konferensi Islam dan Yahudi sepakati sains sejatinya tak bebas etika.
REPUBLIKA.CO.ID, Hajatan tahunan ke-9 Islamic Organization for Medical Sciences di Kairo, Mesir, pada 2006 lalu, lain dari biasanya. Selain isu yang diangkat lumayan 'berat' tentang peta genetik dan teknologi reproduksi mereka juga mengundang kolega yang tak biasa, para ilmuwan Yahudi. Baca Juga Ini merupakan konferensi Islam pertama dimana ilmuwan Muslim dan Yahudi duduk satu meja membahas tentang perkembangan sains dan teknologi.
Dia menekankan, Islam tidak mengharamkan sains, bahkan dianjurkan untuk mencari pengetahuan seluas-luasnya dalam berbagai bidang ilmu. Hajatan IOMS kali ini disukung penuh oleh Islamic Organization for Scientific and Cultural Organization dan Uited States Educational, Scientific and Cultural Organization . Sebagai host acara adalah World Health Organization wilayah kerja Timur Tengah yang berpusat di Kairo.
Dr Hathout dalam sambutannya menyatakan, acara ini bukan perhelatan yang eksklusif satu agama saja. ''Pertemuan ini justru untuk membangun pengertian yang lebih baik antarumat beragama mengenai isu-isu yang sensitif,'' ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Fakta Cawapres AS Kamala Harris Dukung Yahudi dan Israel |Republika OnlineKamala Harris disebut akan mempertahankan nilai Yahudi di Gedung Putih
Baca lebih lajut »
DPR dan Buruh Sepakat Bentuk Tim Kerja Bahas RUU Ciptaker |Republika OnlineTim kerja membuka harapan aspirasi buruh di RUU Ciptaker didengar oleh DPR.
Baca lebih lajut »
Fakta Cawapres AS Kamala Harris Dukung Yahudi dan Israel |Republika OnlineKamala Harris disebut akan mempertahankan nilai Yahudi di Gedung Putih
Baca lebih lajut »
Jasa Muslim Arab dan Melayu dalam Dakwah Islam di Srilanka |Republika OnlineMuslim Arab dan Melayu berjasa dalam mendakwahkan Islam di Srilanka.
Baca lebih lajut »
Correa dan Vrsaljko Covid-19, Jadwal Atletico tak Berubah |Republika OnlineSebelumnya, Atletico enggan mengumumkan nama di internal klub yang positif Covid-19.
Baca lebih lajut »