Pelajar di Lombok Tengah diminta menjauhi minuman keras (miras). Hal itu menjadi penyebab kenakalan remaja, seperti tawuran.
“Itu yang mulai kami imbau. Menyasar di salah satu madrasah di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat,” kata Kabag Ops Polres Loteng AKP Hery Indrayanto, Kamis .
Kegiatan itu sekaligus sebagai sosialisasi persiapan Operasi Bina Kusuma Rinjani 2023 yang segera digelar. Pihaknya mengingatkan, jangan sampai operasi itu justru kebanyakan menyasar kalangan remaja. “Kami mohon kerja sama orang tua anak didik di mana pun berada,” seru mantan Kapolsek Praya Barat tersebut.
Kata Hery, sebaiknya lakukan pencegahan sedini mungkin. Dengan cara, memberikan pengetahuan dan pemahaman bahaya miras. Termasuk, para guru hingga aparatur pemerintah desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Hendak Tawuran di Cileungsi Bogor, Belasan Pelajar Diamankan |Republika OnlinePolsek Cileungsi juga mengamankan barang bukti senjata tajam.
Baca lebih lajut »
Tertangkap Hendak Tawuran, 15 Pelajar SMP di Bogor Digelandang ke Kantor PolisiPolisi dan Satgas Pelajar mengamankan belasan siswa yang hendak melakukan tawuran di kawasan Empang, Kota Bogor.
Baca lebih lajut »
Ngeri! Bentrok Maut Geng Motor di Batang Ternyata Cuma Demi KontenTawuran antar geng motor di perbatasan Batang-Pekalongan, menewaskan satu orang. Ironisnya, para pelaku mengaku sengaja mencari musuh tawuran demi konten. Via detik_jateng
Baca lebih lajut »
Kejagung Cegah 23 Orang Terkait Kasus BTS Kominfo, Ini Daftarnya!Kejagung cegah 23 orang yang berkaitan dengan kasus korupsi BTS Kominfo, termasuk petinggi Moratelindo dan Telkominfra.
Baca lebih lajut »
Kronologi Tawuran Untuk Dibuat Konten Berujung Maut di Batang, 14 Anggota Geng Jadi Tersangka - Tribunjateng.comDalam akun itu juga terdapat beberapa video aksi-aksi tawuran (perang sarung hingga konvoi membawa sajam
Baca lebih lajut »
Kebiasaan ”Nujah” Muncul Lagi, Tawuran di Palembang Kian MarakTawuran terjadi karena meneruskan tradisi ”tujah” (tusuk) yang sudah ada. Alasan lain adalah saling ejek di media sosial, kurangnya pengawasan orangtua, dan faktor lingkungan. Nusantara AdadiKompas
Baca lebih lajut »