Pada 1928 Buya AR berada di barisan depan dalam menentang upaya pemerintah Hindia Belanda melarang guru agama Islam mengajar sebelum mendapat surat izin mengajar dari Pemerintah Belanda. BuyaAR Muhammadiyah Minang Sejarah muhammadiyah
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ranah Minang melahirkan seorang tokoh besar Muhammadiyah, yaitu Buya AR Sutan Mansur. Nama lengkapnya Ahmad Rasyid Sutan Mansur. Ia lahir di Maninjau, Sumatra Barat pada Ahad malam Senin, 26 Jumadil Akhir 1313 Hijriyah, bertepatan 15 Desember 1895 Masehi.
Sikap antipenjajah telah dimilikinya semenjak masih belia. Baginya, penjajah tidak hanya sangat bertentangan dengan fitrah manusia, tetapi bahkan sering kali berupaya mengadang dan mempersempit gerak syiar agama Islam secara langsung dan terang-terangan atau secara tidak langsung dan tersembunyi seperti dengan membantu pihak-pihak zending atau mssi kristen dalam penyebarluasan agamanya.
Sikap yang sama juga ia perlihatkan ketika Jepang berikhtiar agar murid-murid tidak berpuasa dan bermaksud menghalangi pelaksanaan sholat dengan mengadakan pertemuan pada waktu menjelang maghrib. Selanjutnya, atas saran gurunya, Tuan Ismail , ia belajar kepada Haji Rasul , seorang tokoh pembaharu Islam di Minangkabau.
Kemudian, ia dikirim gurunya ke Kuala Simpang, Aceh, untuk mengajar. Setelah dua tahun di Kuala Simpang , ia kembali ke Maninjau.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Buya AR Sutan Mansur: Imam Muhammadiyah Sumatra |Republika OnlineRanah Minang melahirkan seorang tokoh besar Muhammadiyah.
Baca lebih lajut »
Buya AR Sutan Mansur: Imam Muhammadiyah Sumatra |Republika OnlineRanah Minang melahirkan seorang tokoh besar Muhammadiyah.
Baca lebih lajut »
Oey Tjeng Hien, Soekarno, Bengkulu, dan Muhammadiyah |Republika OnlineOey Tjeng Hien atau Haji Abdul Karim Oey mendirikan Muhammadiyah di Bintuhan.
Baca lebih lajut »
Muhammadiyah Tawarkan Ops|em|i New Normal |/em|Pesantren |Republika OnlineNew normal pesantren tetap harus memperhatikan keselamatan santri.
Baca lebih lajut »
Kisah Imam Besar Istiqlal Soal Ide Tafsir Ayat dari Ranting |Republika OnlineImam Besar Istiqlal bercerita tentang ide tafsirkan ayat muncul dari ranting.
Baca lebih lajut »
Imam Shamsi Kritik Pidato Pendeta Indonesia di AS |Republika OnlineImam Shamsi menilai ada kemunafikan dalam menyikapi toleransi.
Baca lebih lajut »