Buya AR Sutan Mansur: Imam Muhammadiyah Sumatra |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Buya AR Sutan Mansur: Imam Muhammadiyah Sumatra |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 43 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 21%
  • Publisher: 63%

Ranah Minang melahirkan seorang tokoh besar Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ranah Minang melahirkan seorang tokoh besar Muhammadiyah, yaitu Buya AR Sutan Mansur nama lengkapnya Ahmad Rasyid Sutan Mansur. Lahir di Maninjau, Sumatra Barat pada Ahad malam Senin 26 Jumadil Akhir 1313 Hijriah, bertepatan 15 Desember 1895 Masehi. Anak ketiga dari tujuh bersaudara merupakan karunia Allah pada kedua orang tuanya, yaitu Abdul Somad al-Kusaij, seorang ulama terkenal di Maninjau dan ibunya Siti Abbasiyah atau dikenal dengan sebutan Uncu Lampur.

Sikap antipenjajah telah dimilikinya semenjak masih belia. Baginya, penjajah tidak saja sangat bertentangan dengan fitrah manusia akan tetapi bahkan seringkali berupaya mengadang dan mempersempit gerak syiar agama Islam secara langsung dan terang-terangan atau secara tidak langsung dan tersembunyi seperti dengan membantu pihak-pihak zending atau mssi kristen dalam penyebarluasan agamanya.

Sikap yang sama juga ia perlihatkan ketika Jepang berikhtiar agar murid-murid tidak berpuasa dan bermaksud menghalangi pelaksanaan sholat dengan mengadakan pertemuan di waktu menjelang maghrib. Selanjutnya, atas saran gurunya, Tuan Ismail ia belajar kepada Haji Rasul , seorang tokoh pembaharu Islam di Minangkabau.

Kemudian ia dikirim gurunya ke Kuala Simpang, Aceh untuk mengajar. Setelah dua tahun di Kuala Simpang , ia kembali ke Maninjau.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Oey Tjeng Hien, Soekarno, Bengkulu, dan Muhammadiyah |Republika OnlineOey Tjeng Hien, Soekarno, Bengkulu, dan Muhammadiyah |Republika OnlineOey Tjeng Hien atau Haji Abdul Karim Oey mendirikan Muhammadiyah di Bintuhan.
Baca lebih lajut »

Muhammadiyah Tawarkan Ops|em|i New Normal |/em|Pesantren |Republika OnlineMuhammadiyah Tawarkan Ops|em|i New Normal |/em|Pesantren |Republika OnlineNew normal pesantren tetap harus memperhatikan keselamatan santri.
Baca lebih lajut »

Imam Shamsi Kritik Pidato Pendeta Indonesia di AS |Republika OnlineImam Shamsi Kritik Pidato Pendeta Indonesia di AS |Republika OnlineImam Shamsi menilai ada kemunafikan dalam menyikapi toleransi.
Baca lebih lajut »

Kisah Imam Besar Istiqlal Soal Ide Tafsir Ayat dari Ranting |Republika OnlineKisah Imam Besar Istiqlal Soal Ide Tafsir Ayat dari Ranting |Republika OnlineImam Besar Istiqlal bercerita tentang ide tafsirkan ayat muncul dari ranting.
Baca lebih lajut »

Rumah Sakit Islam Sukapura Terima Bantuan APD dari Republika |Republika OnlineRumah Sakit Islam Sukapura Terima Bantuan APD dari Republika |Republika OnlineAPD dan masker bedah banyak dibutuhkan tenaga medis
Baca lebih lajut »

Pertamina Sumbagsel Gelar Sosialisasi Online Pinky Movement |Republika OnlinePertamina Sumbagsel Gelar Sosialisasi Online Pinky Movement |Republika OnlineUpaya tersebut untuk mendukung program pemerintah menggunakan LPG tepat sasaran
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 16:11:12