Kemenperin memutuskan untuk melakukan retrofit pada kereta lama dibandingkan dengan impor KRL.
Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Permasalahan pemensiunan rangkaian gerbong kereta rel listrik Jabodetabek, pemerintah mengutamakan pilihan untuk melakukan retrofit terhadap kereta lama.
"Nanti kita lihat dari hasil auditnya berapa banyak, yang bisa kita retrofit. Sebanyak-banyaknya akan kita retrofit," tambah Agus. "Tapi kalau liat kemampuannya retrofitnya juga terbatas, maka ada pilihan hybrid yaitu retrofit dan impor," kata Agus.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
MTI Bicara Pengadaan KRL Baru: Biaya 10 Kali Lipat KRL Bekas, Biaya Operasional Bisa NaikKetua Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan jika PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan pengadaan KRL baru, maka akan ada beberapa isu yang muncul.
Baca lebih lajut »
Perkara Impor Kereta Bekas Jepang, INKA Baru Bisa Pasok 16 Rangkaian KRL di 2025Terkait rencana impor kereta bekas asal Jepang, INKA menerangkan baru bisa menyuplai 16 rangkaian (trainset) Kereta Rel Listrik (KRL) kepada PT Kereta Commuter...
Baca lebih lajut »
Luhut Sebut Nasib Impor KRL Bekas Tunggu Hasil Audit, BPKP: Baru Mulai PerencanaanKepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh buka suara soal audit impor kereta rel listrik (KRL) bekas.
Baca lebih lajut »
BPKP Belum Terima Permintaan Audit Impor KRL Bekas JepangBadan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) disebut belum mendapat perintah langsung mengenai audit inpor KRL bekas dari Jepang.
Baca lebih lajut »
Deretan Alasan PT KCI Impor KRL Bekas dari JepangBerikut ini alasan pengajuan impor KRL bekas dari negeri Sakura yang diungkapkan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).
Baca lebih lajut »
Ribut Impor KRL Bekas Atau Baru, Pakar Ingatkan Ratusan Ribu Penumpang Bisa TerdampakKetua Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mewanti-wanti kepada pemerintah dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) soal rencana impor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang atau bikin baru. Menurut dia, jika hal itu tidak segera diselesaikan, yang terdampak adalah penumpang.
Baca lebih lajut »