BTN akan hindari pembiayaan high rise building, dan fokus pada KPR tahun ini.
Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk. atau BBTN menyebut akan menghindari pembiayaan high rise building seperti kredit pemilikan apartemen atau KPA sebagai salah satu strategi bisnisnya pada 2023.
Dia melanjutkan, hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan mitigasi risiko kredit di tengah ancaman ketidakpastian kondisi ekonomi global pada tahun 2023. Nixon juga menambahkan bahwa hingga penutupan tahun 2022, kinerja kredit BBTN dilaporkan tetap tumbuh baik sebesar 8,5 persen secara unaudited yang ditopang oleh penyaluran KPR subsidi yang mendekati double digit.
“Penjualan unit baru apartemen di Jakarta memang melemah dalam beberapa semester terakhir, hal ini di antaranya karena pelemahan daya beli masyarakat di tengah masa pandemi,” kata Syarifah kepada Bisnis beberapa waktu lalu. Adapun terkait minimnya minat masyarakat terhadap apartemen dijelaskan oleh pengamat properti Panangian Simanungkalit salah satunya karena adanya keterbatasan akases untuk melakukan renovasi atau mengubah bentuk bangunan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Saham BTN (BBTN) ARB dan Munculnya Taspen Sebagai Pengendali di Atas 5 PersenTaspen injeksi dana Rp837,30 miliar dalam transaksi saham rights issue PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. (BBTN).
Baca lebih lajut »
BTN (BBTN) Bersurat ke Bursa, Jelaskan Proyeksi AsetBTN (BBTN) menjelaskan kepada Bursa Efek Indonesia melalui keterangan tertulis mengenai proyeksi aset 2022.
Baca lebih lajut »
Lepas Portofolio Kredit Bermasalah, Bos BTN (BBTN) Tunggu Izin OJKBos BTN (BBTN) mengaku masih tunggu izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal rencana melepas portofolio kredit bermasalah (NPL).
Baca lebih lajut »
Sosok Yusuf Permana, Pengganti Heru Budi Sebagai Komisaris BTN (BBTN)BTN menyetujui pengunduran diri Heru Budi Hartono sebagai Komisaris dan mengangkat M Yusuf Permana sebagai pengganti.
Baca lebih lajut »
Analis Sebut Rights Issue BBTN Sukses Karena 3 Faktor IniBTN dinilai memiliki fundamental yang semakin membaik dan prospek bisnis yang sangat menjanjikan ke depan.
Baca lebih lajut »