BPOM akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara produksi, distribusi, dan peredaran semua produk obat maag ranitidin. Ini tanggapan ahli kanker: BPOM ObatRanitidin via detikHealth
. Keputusan ini berkaitan dengan temuan cemaran N-Nitrosodimethylamine yang dalam pemakaian jangka panjang dikaitkan dengan risiko kanker.
Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, K-HOM, memberikan tanggapan terkait keputusan BPOM tersebut. Menurutnya, langkah BPOM sudah tepat. "Ini kan udah ditarik semua supaya bisa dibersihin semua, dibuang. Jadi berikutnya datang lagi masuk pasaran sudah dalam kondisi bersih dan aman. Nanti mungkin ada aturan ketat gimana supaya terbebas dari cemaran itu. Jadi sebenarnya ditarik ini sih udah beres ya. Tentunya bahan apapun yang bisa sebabkan penyakit ya sebaiknya ditarik," kata dokter Aru saat dihubungi
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
BPOM Ingatkan Tenaga Kesehatan agar Tidak Memberikan Obat RanitidinBPOM Cabang Tanjungpinang mengimbau pihak tenaga kesehatan supaya tidak lagi memberikan obat raniditin kepada pasien. Begitu juga dengan....
Baca lebih lajut »
Penting! Daftar Obat Maag Pengganti Ranitidin yang Ditarik BPOM Terkait KankerObat maag dan asam lambung ranitidin ditarik BPOM karena tercemar bahan pemicu kanker. Bagi yang bingung mencari penggantinya, ini daftar lengkap dari BPOM. BPOM ObatRanitidin via detikHealth
Baca lebih lajut »
Pemerhati ODGJ Tuntut BPJS Perhatikan Obat Penderita Gangguan JiwaFasilitas pelayanan kesehatan dan obat untuk Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dianggap timpang. Pemerhati minta BPJS beri obat yang sesuai.
Baca lebih lajut »
Cegah Peredaran Ranitidin, Sidak Obat di Rumah Sakit dan ApotekBerharap rumah sakit swasta maupun apotek segera menarik jika memiliki obat yang dilarang BPOM itu Ranitidin
Baca lebih lajut »
Apoteker Cilik, Upaya Edukasi dan Pengenalan Obat Sejak DiniKegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengetahun sejak dini terhadap pengenalan obat dan memahami prinsip menggunakan obat secara aman.
Baca lebih lajut »