Impor pakaian bekas menguasai 31 persen pasar dari pakaian produksi domestik.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan meminta para pedagang yang menjual pakaian bekas untuk beralih menjual produk-produk UMKM sehingga dapat membantu melindungi ekonomi dalam negeri.
Adapun, penindakan pakaian bekas ilegal ini dilakukan bersama Badan Resese Kriminal , Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan UKM. Rencananya, bea cukai juga akan melakukan pemusnahan 5.000 balepress pekan depan, dari temuan pegawainya di Batam.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Potret Tumpukan Pakaian Bekas Impor yang Akan Dimusnahkan Bea CukaiBea dan Cukai telah menyita berbal-bal pakaian bekas impor. Rencananya pakaian bekas impor itu akan dimusnahkan di TPP DJBC, Bekasi, Selasa (28/3/2023).
Baca lebih lajut »
Bea Cukai dan Bareskrim Polri Sita 7.363 Bal Pakaian Bekas ImporBea Cukai bekerja sama dengan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menyita 7.363 bal pakaian bekas impor.
Baca lebih lajut »
Sita Baju Bekas Impor, Bea Cukai: Selundupan dari Singapura, Malaysia, Vietnam dan ThailandDirektur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Askolani mengungkapkan hasil penyitaan 7.363 bal pakaian bekas impor.
Baca lebih lajut »
Dirjen Bea Cukai Ungkap Modus Penyelundupan Baju Bekas Impor: Tak Cuma Jalur TikusDirjen Bea Cukai Ungkap Modus Penyelundupan Baju Bekas Impor: Tak Cuma Jalur Tikus TempoBisnis
Baca lebih lajut »
Pemusnahan Tujuh Ribu Lebih Bal Pakaian Bekas Impor Hasil Citaan Bea CukaiSebanyak 7.363 bal berisi Pakaian Bekas dan barang bekas lainnya ini didapat dari sejumlah gudang-gudang penjualan domestik di berbagai titik.
Baca lebih lajut »
Bea Cukai dan Bareskrim Polri Sita Tujuh Ribu Bal Pakaian Bekas Asal ImporPenindakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia terkait penanganan peredaran pakaian bekas ilegal impor yang mengganggu industri tekstil dalam negeri.
Baca lebih lajut »