Deepfake berpotensi memicu konflik internasional sebagai dalih untuk memulai perang
Warta Ekonomi.co.id, -- Selebriti dan politisi berulang kali menjadi sasaran dari teknologi deepfake, entah untuk menunjukkan kemajuan teknologi ataupun sekadar bersenang-senang. Saat ini, teknologi itu masih mudah dideteksi—tapi itu akan menimbulkan ancaman baru jika sudah semakin canggih dan sulit diidentifikasi, menurut para ahli.
Lalu, Shamir membahas presentasi Colin Powell di PBB tentang dugaan program senjata pemusnah massal Irak, yang tidak terbukti ada. Ia pun menekankan negara-negara harus lebih skeptis, karena di era digital, video dan audio dapat disunting dengan mudah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Satgas TMMD sosialisasikan bahaya Karhutla di daerah perbatasanSatgas TNI manunggal membangun desa (TMMD) melakukan sosialisasi terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan di lokasi TMMD di Desa Menua Sadap, wilayah ...
Baca lebih lajut »
Bahaya Infeksi Saluran Kemih Saat HamilInfeksi saluran kemih pada kehamilan dapat berbahaya karena memicu persalinan dan bayi lahir dengan berat rendah.
Baca lebih lajut »
Bahaya Laten Pakai Busi PalsuApa dampaknya bila sudah terlanjur menggunakan busi palsu, apakah hanya cepat rusak atau justru menimbulkan masalah baru? Otomotif
Baca lebih lajut »
Mengulik Bahaya Minyak Curah yang Dilarang PemerintahMinyak curah yang beredar di pasaran dinilai berbahaya untuk kesehatan. Studi menemukan, minyak bekas pakai mengandung senyawa yang berpotensi memicu kanker.
Baca lebih lajut »
Daftar 5 Obat Lambung Ranitidin yang Ditarik BPOM, Ada Kandungan NDMA yang Berpotensi Picu Kanker - Tribunnews.comDaftar 5 Obat Lambung Ranitidin yang Ditarik BPOM, Ada Kandungan NDMA yang Berpotensi Picu Kanker via tribunnews
Baca lebih lajut »
Instagram akan Hilangkan Fitur Ini...Fitur Instagram ini kerap menjadi sumber konflik bagi hubungan.
Baca lebih lajut »