Bagaimana Letusan Toba Mengubah Perjalanan Manusia di Dunia

Indonesia Berita Berita

Bagaimana Letusan Toba Mengubah Perjalanan Manusia di Dunia
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 92 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 40%
  • Publisher: 70%

Penelitian baru menunjukkan, letusan Toba mengubah kehidupan ”Homo sapiens” dan menjadi bekal migrasi keluar Afrika.

Riset genetika telah mengungkap bahwa nenek moyang manusia modern di seluruh dunia memiliki leluhur yang sama di Afrika. Laporan antropolog Vanessa Hayes dari Garvan Institute of Medical Research dan University of Sydney dan tim di jurnal Nature pada 2019 lalu, misalnya, menyebutkan, ”Setiap orang saat ini bisa dilacak DNA mitokondrianya pada manusia yang tinggal di kampung pertama .” Kesimpulan Hayes ini didapatkan setelah menganalisis DNA mitokondria 1.

Menurut Hayes dan Moore, manusia mulai meninggalkan ekosistem ini saat iklim berubah. Nenek moyang kita menyebar dalam dua gelombang: satu kelompok menyebar ke timur laut 130.000 tahun lalu dan yang lain pergi pada migrasi kedua ke barat daya 110.000 tahun lalu. ”Studi ini mengonfirmasi hasil dari Pinnacle Point di Afrika Selatan—letusan Toba mungkin telah mengubah lingkungan di Afrika, tetapi masyarakat beradaptasi dan bertahan dari perubahan lingkungan yang disebabkan oleh letusan tersebut,” kata Curtis Marean, ilmuwan peneliti di Institute of Human Origins, yang terlibat kajian ini.Pecahan kaca kecil yang ukurannya kurang dari diameter rambut manusia ditemukan dari situs Zaman Batu Tengah di barat laut Etiopia.

Letusan Toba membuat dunia mengalami penurunan suhu drastis dan membuat populasi manusia hampir punah.adalah pecahan kaca di dalam abu vulkanik yang ukurannya berkisar 80–20 mikron, lebih kecil dari diameter rambut manusia. Untuk mengekstrak pecahan mikroskopis dari sedimen arkeologi ini dibutuhkan kesabaran dan perhatian besar terhadap detail.di situs arkeologi ini seperti mencari jarum di tumpukan jerami, tetapi tidak mengetahui apakah ada jarum tersebut.

Berdasarkan geokimia isotop gigi fosil mamalia dan cangkang telur burung unta, mereka menyimpulkan bahwa situs tersebut dihuni oleh manusia selama musim kemarau panjang yang setara dengan beberapa habitat paling kering secara musiman di Afrika Timur saat ini. ”Ketika orang-orang menghabiskan makanan di dalam dan sekitar sumber air pada musim kemarau, mereka kemungkinan besar terpaksa pindah ke sumber air baru,” kata John Kappelman. Sungai musiman berfungsi sebagai ”pompa” yang menyedot populasi melalui saluran dari satu lubang air ke lubang air lainnya sehingga berpotensi mendorong penyebaran keluar Afrika.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Ilmuwan Temukan Bukti Populasi Manusia di Afrika Selamat dari Letusan Gunung Toba Sumatra 74.000 Tahun LaluIlmuwan Temukan Bukti Populasi Manusia di Afrika Selamat dari Letusan Gunung Toba Sumatra 74.000 Tahun LaluLetusan Gunung Toba merupakan salah satu letusan gunung berapi paling dahsyat dalam sejarah.
Baca lebih lajut »

Bagaimana Medsos Mengubah Tradisi Ramadan di Timur Tengah?Konten media sosial bertema Ramadan yang ramai di Timur Tengah dikritik gelorakan konsumerisme dan surutkan kekhidmatan dengan hal-hal superfisial. Namun,para influencer diyakini juga bisa menjadi agen perubahan
Baca lebih lajut »

Kemenparekraf Kebut Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super PrioritasKemenparekraf Kebut Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas5 Destinasi PAriwisata Super Prioritas tersebut meliputi Candi Borobudur Danau Toba Likupang Mandalika dan Labuan Bajo
Baca lebih lajut »

101 Penemuan Perempuan yang Mengubah Dunia, Buktikan Peran Pentingnya101 Penemuan Perempuan yang Mengubah Dunia, Buktikan Peran PentingnyaMelalui penemuan-penemuan ini, perempuan telah membuktikan bahwa tidak ada batasan bagi kemampuan dan kontribusi mereka dalam memajukan peradaban manusia.
Baca lebih lajut »

Perempuan Mampu Mengubah Tatanan Hidup, Peran Mulia Perempuan Tidak Hanya Menjadi IbuPerempuan Mampu Mengubah Tatanan Hidup, Peran Mulia Perempuan Tidak Hanya Menjadi IbuPeran mulia perempuan tidak hanya menjadi ibu. Perempuan adalah perumus sekaligus pengawal kebijakan yang berpihak pada keadilan.
Baca lebih lajut »

Tips Mengubah Tampilan Tanaman Hias, Pilih Pot Estetis dan Media Tanam yang CocokTips Mengubah Tampilan Tanaman Hias, Pilih Pot Estetis dan Media Tanam yang CocokTanaman hias tidak selalu harus mahal. Jenis tanaman variegata memang punya harga fantastis. Namun, semua jenis tanaman sebenarnya bisa jadi
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-22 22:33:07