Dua jaksa agung menggugat Asosiasi Senjata Api Nasional (NRA) dalam kasus korupsi. Organisasi penyokong Presiden Donald Trump itu terancam bubar.
JAKSA Agung New York Letitia James akhirnya mengantongi bukti yang dia incar dalam investigasi terhadap Asosiasi Senjata Api Nasional selama 18 bulan terakhir. James meyakini bahwa organisasi sipil terbesar di Amerika Serikat yang menyokong kebebasan memakai senjata api itu sarat kecurangan dan pelanggaran. “Pengaruh NRA begitu kuat sehingga mereka selalu lolos dari pemeriksaan selama berpuluh-puluh tahun, sementara para petingginya menyalurkan jutaan dolar ke saku mereka sendiri,” kata James.
Sebagai Jaksa Agung New York, James memiliki yurisdiksi khusus atas NRA. Organisasi itu terdaftar sebagai lembaga nirlaba di kota tersebut sejak 148 tahun lalu. Selain James, Jaksa Agung Washington, DC, Karl A. Racine melayangkan gugatan terhadap NRA Foundation atas dugaan penyelewengan jutaan dolar dana yayasan. Dua gugatan ini membuka babak baru perseteruan para jaksa dengan NRA, salah satu organisasi sipil paling berpengaruh dalam politik Negeri Abang Sam.
Sejumlah pejabat NRA, seperti dilaporkan The Washington Post, menilai James hendak merusak momentum manuver NRA menjelang pemilihan umum. Political Victory Fund, grup politik yang berafiliasi dengan NRA, telah mengumpulkan dana US$ 16,8 juta untuk kebutuhan kampanye. Presiden NRA Carolyn Meadows menyebut gugatan itu sebagai gerakan para oportunis politik. “Sebuah aksi yang menjadi bagian dari balas dendam politik,” katanya.
Presiden Trump mendukung NRA dengan menyebut gugatan James sangat mengerikan. Trump menyarankan kantor NRA berpindah ke Texas, negara bagian yang memiliki sejarah panjang mendukung kepemilikan senjata api pribadi. “Tempat seperti itu cocok untuk NRA," tuturnya seperti dilaporkan The Hill. Namun NRA berlumur banyak masalah hukum. Ongkos menangani kasus sempat membuat organisasi ini kembang-kempis. Menurut rekaman rapat direksi yang dilaporkan National Public Radio pada April lalu, mereka menggelontorkan US$ 100 juta untuk mengongkosi penanganan kasus-kasus itu. Rekaman itu juga memuat keluhan Wayne LaPierre mengenai investigasi Jaksa Agung New York dan Washington.
Ini pertama kalinya LaPierre mengungkapkan kerugian akibat kasus-kasus hukum organisasi itu. Sebagai perbandingan, NRA dan organisasi-organisasi sayapnya meraup pendapatan lebih dari US$ 412 juta pada 2018, tapi pengeluarannya menembus US$ 423 juta.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ratusan Dokter di Korsel Protes Kebijakan Pemerintah |Republika OnlineAsosiasi Medis Korea menentang penambahan pelatihan dokter saat peningkatan infeksi
Baca lebih lajut »
Bela Mati-matian, Ahok Di Depan Veronica Tan & Anak-anak: Lebih Baik Mati di Rumah Satu Keluarga! - Tribunnews.comAhok BTP beberkan kondisi sebenarnya keluarganya dan Veronica Tan saat terancam & berusaha mempertahankan mereka
Baca lebih lajut »
Ini Ancaman Hukuman bagi Djoko Tjandra di Kasus Red Notice dan Surat PalsuDjoko terancam sejumlah pasal di KUHP dan UU Tipikor.
Baca lebih lajut »
Proyek Tol Yogya-Solo 'Ganggu' Benda-benda Cagar BudayaBelasan obyek yang diduga benda cagar budaya di Klaten terancam proyek jalan tol Yogyakarta-Solo. Begini penampakannya: via detikfinance
Baca lebih lajut »
Dituduh Mainkan Musik Setan, Band Iran Tinggalkan Negaranya |Republika OnlineBand Iran terancam hukuman 15 tahun penjara.
Baca lebih lajut »