Beyond the Breaking News

Article headline

Indonesia Berita Berita

Article headline
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Tak terima KSAD Dihina, Rakyat dan TNI AD Tuntut Effendi Simbolon Minta Maaf

- Ketua Rekat Indonesia Raya, Eka Gumilar mengaku tidak terima Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon mempermalukan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Eka menduga, hal yang disampaikan Effendi Simbolon dalam raat Komisi I DPR tersebut merupakan upaya adu domba dan meruntuhkan harkat dan martabat TNI.

“Saya mewakili TNI AD dan seluruh Rakyat Indonesia menuntut agar saudara Effendi Simbolon sgr meminta maaf kepada rakyat Indonesia dan khususnya kepada TNI,” ujar Eka kepada wartawan, Minggu . Menurut Eka, wajar saja jika narasi soal isu disharmoni hubungan antara Jenderal Andika dan Jenderal Dudung, yang disampaikan Effendi Simbolon memancing reaksi dari banyak kalangan. “Reaksi keras mulai bermunculan dari para tokoh dan rakyat karena sikap songong dan arogannya seorang Effendi Simbolon yang membantai wibawa Panglima dan KSAD dalam rapat komisi I DPR. Kita tahu bahwa TNI adalah anak kandung rakyat, TNI adalah kebanggaan rakyat dan TNI adalah milik rakyat. TNI bukan gerombolan tapi milik rakyat, menghina TNI berarti menghina rakyat, ormas Islam siap bergerak jika Effendi Simbolon tidak segera minta maaf kepada TNI,” ucap Eka. Eka menyangkan pernyataan Effendi Simbolon, yang juga politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan ini. Menurutnya, Effendi Simbolon terkesan mencari sensasi dan oportunis karena dia memanfaatkan situasi untuk menunjukkan seolah dia sosok yang paling hebat dengan mengorbankan wibawa Panglima dan KSAD. Eka menduga ada beberapa hal yang menyebabkan Effendi Simbolon menyampaikan narasi isu disharmoni hubungan Panglima dan KSAD. Pertama, mungkin saja kejiwaan Effendi Simbolon sedang tidak stabil atau terganggu. Atau bisa saja dia prostasi karena tidak terpilih menjadi menteri pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Jika itu terjadi, maka Effendi Simbolon disarankan segera memeriksa kejiwaannya. Kedua, apakah Effendi Simbolon memang memiliki niat busuk menjatuhkan citra TNI. Jika itu yang terjadi maka hal tersebut harus diwaspadai, karena yang merusak TNI pasti penghianat atau PKI. Ketiga, apakah Effendi Simbolon memang spontan menyampaikan narasi disharmoni hubungan Panglima dan KSAD dan tidak menyadari dampaknya. “Kita berhara agar Effendi Simbolon menghadirkan narasi rasa aman, nyaman dan tenteram. Marilah kita bernarasi yang menyejukkan dan merakarkan,” harapnya. Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto, meminta politisi tidak memperkeruh suasana keamanan nasional. Jangan sampai ada narasi dan opini yang membuat situasi nasional gaduh. “Kalau misalnya dua-duanya menganggap tidak ada masalah maka sesuatu yang dihembuskan tidak perlu lagi diungkapkan agar konsentrasi bekerja tanpa ada opini-opini yang lain,” katanya. Menurut Sunanto, Jenderal Andika dan Jenderal Dudung lebih baik fokus bekerja secara profesional untuk bangsa dan negara “Bahwa pak Andika dan pak Dudung bekerja secara profesional, menjaga mempersiapkan keamanan negara dan menjaga kemaslahatan bangsa, ketimbang mengendepankan opini yang tidak terlalu penting, gitu,” katanya. []

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

geloraco /  🏆 34. in İD

 

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Catatan untuk Gelora Bung Tomo Jelang Kualifikasi Piala Asia U-20Catatan untuk Gelora Bung Tomo Jelang Kualifikasi Piala Asia U-20Pada Kualifikasi Piala Asia U-20 mendatang, kemungkinan besar FIFA akan hadir melihat langsung pertandingan.
Baca lebih lajut »

Article headlineGELORA.CO -Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf turut berkomentar mengenai kenaikan harga bahan bakar mi...
Baca lebih lajut »

Article headlineGELORA.CO -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak terlalu ambil pusing soal keputusan PSSI yang batal menggunakan Jakarta International St...
Baca lebih lajut »

Article headlineGELORA.CO -Aksi massa membakar poster Ketua DPR RI Puan Maharani saat unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPRD Sumatera U...
Baca lebih lajut »

Article headlineGELORA.CO - Hacker Bjorka kembali melakukan aksi di media sosial. Kali ini, Bjorka menyingggung Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri BUMN Er...
Baca lebih lajut »

Article headlineGELORA.CO -Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal mengancam bahwa pihaknya aka...
Baca lebih lajut »



Render Time: 2026-05-23 00:33:53