Debat seru Arteri Dahlan dan Emil Salim.
Pagi ini, saya melihat sebuah tayangan yang betul-betul menyentak emosi, perasaan, serta rasa kemanusiaan. Tayangan itu adalah sebuah diskusi yang menampilkan seorang politikus muda sekaligus anggota DPR yang terhormat, Arteria Dahlan dengan sesepuh bangsa, Emil Salim.
Apa yang tergambar di televisi malam itu sejatinya merupakan cermin minor yang bangsa kita. Sadar atau tidak bangsa ini sedang mengalami degradasi budi pekerti. Kita sedang mengalami krisis kehangatan dalam berbangsa. Sebaliknya, kebencian, kekerasan, dan perseteruan seperti mendapat panggung utama. Problem empati ini dirasakan Indonesia sejak era reformasi 1998. Pasca-keran kebebasan terbuka, semua merasa punya hak untuk berbicara, tanpa sadar adanya kewajiban untuk menjaga perasaan orang lain yang berbeda.
Tanpa empati, setiap orang jadi merasa bebas mengekspresikan kebenciannya. Tanpa empati, orang-orang akan menjadikan hak berbicaranya untuk menghina martabat orang lain.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Debat Perppu KPK, Arteria Dahlan Tunjuk-tunjuk dan Sebut Emil Salim SesatPolitikus PDIP Arteria Dahlan adu argumen dengan ekonom Emil Salim terkait Perppu KPK. Arteria sampai menunjuk-nunjuk dan menyebut Emil sesat.
Baca lebih lajut »
Sebut Emil Salim Sesat, Arteria Dahlan Banjir KecamanMegawat diminta turun langsung meminta maaf ke Emil Salim.
Baca lebih lajut »
Emil Salim, Dihormati Jokowi, Dimaki Arteria DahlanArteria menyebut Emil Salim sesat saat debat di Mata Najwa.
Baca lebih lajut »
Arteria Dahlan, Emil Salim, dan Krisis Budi PekertiTindakan Arteria sangat tidak elok dan jauh dari karakter budi pekerti bangsa.
Baca lebih lajut »
Sebut Emil Salim Sesat, Profil Wikipedia Arteria Dahlan Sempat Diedit NetizenProfil Arteria Dahlan di Wikipedia sempat diedit seseorang, entah siapa orang itu, dengan menambahkan embel-embel 'bacot'. Begini tampilannya: ArteriaDahlan EmilSalim
Baca lebih lajut »