Sebut Emil Salim Sesat, Arteria Dahlan Banjir Kecaman

Indonesia Berita Berita

Sebut Emil Salim Sesat, Arteria Dahlan Banjir Kecaman
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 33 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 17%
  • Publisher: 63%

Megawat diminta turun langsung meminta maaf ke Emil Salim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PDIP Arteria Dahlan menerima banyak kecaman terkait sikapnya saat adu argumen dengan ekonom senior Profesor Emil Salim saat debat terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang UU KPK.

Pernyataan Arteria itu kemudian dibalas Emil dengan menyinggung soal ketua partai yang terjerat kasus di KPK."Apa semua ketua partai masuk penjara, apa itu tidak bukti keberhasilan KPK?" ujar Emil. "Bagaimana penindakannya, bagaimana juga supervisi, monitoring ini dan koordinasi ini tidak dikerjakan Prof, tolong jangan dibantah dulu Prof," ujar dia melanjutkan.

Bahkan, dalam beberapa perdebatan, Arteria masih terus menunjuk - nunjuk Emil, meskipun Emil sempat mengingatkan sikapnya."Kasih contoh pak ke generasi muda kita, bernegara dengan baik, beradab dengan baik dan beretika dengan baik," kata Emil.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Debat Perppu KPK, Arteria Dahlan Tunjuk-tunjuk dan Sebut Emil Salim SesatDebat Perppu KPK, Arteria Dahlan Tunjuk-tunjuk dan Sebut Emil Salim SesatPolitikus PDIP Arteria Dahlan adu argumen dengan ekonom Emil Salim terkait Perppu KPK. Arteria sampai menunjuk-nunjuk dan menyebut Emil sesat.
Baca lebih lajut »

Emil: Bandung Seharusnya Miliki Transportasi MassalEmil: Bandung Seharusnya Miliki Transportasi MassalRidwan Kamil imbau Pemerintah pusat maksimalkan anggaran untuk transportasi massal
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-03-28 23:47:45