Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan al Saud menegaskan normalisasi dengan Israel tidak akan terwujud sebelum kesepakatan dengan Palestina tercapai.
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengatakan Kerajaan Saudi tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel sebelum kesepakatan damai Israel dan Palestina tercapai.'Ketika kami meluncurkan Inisiatif Perdamaian Arab pada 2002, kami sepenuhnya membayangkan bahwa akan ada hubungan antara semua negara Arab, termasuk Arab Saudi, dan Israel.
Faisal Bin Farhan juga menyebut kebijakan aneksasi sepihak Israel dan pembangunan permukiman sebagai tidak sah dan merugikan solusi dua negara.Perjanjian normalisasi yang diumumkan antara Israel dan UEA termasuk perjanjian Israel untuk menangguhkan setiap pencaplokan ke beberapa bagian Yudea dan Samaria.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tanpa Perdamaian Palestina, Arab Saudi Tak Bakal Gelar Kesepakatan dengan IsraelArab Saudi menegaskan tidak akan ada upaya normalisasi hubungan dengan Israel sebelum perdamaian dengan Palestina tercapai.
Baca lebih lajut »
Trump Mau Arab Saudi Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel |Republika OnlineTrump memuji normalisasi hubungan UEA dan Israel.
Baca lebih lajut »
Arab Saudi Ogah Tiru Langkah UEA Soal Normalisasi dengan IsraelPemerintah Arab Saudi akhirnya angkat suara setelah bungkam berhari-hari terkait kesepakatan normalisasi Israel dan Uni Emirat Arab.
Baca lebih lajut »
AS Desak Arab Saudi Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel |Republika OnlineAS menyebut hubungan diplomatik dengan Israel baik untuk bisnis Arab Saudi
Baca lebih lajut »
Palestina Benar-Benar Sakit Hati kepada Uni Emirat Arab, Seperti Ditikam dari BelakangPresiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut kesepakatan damai antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel sebagai sebuah tikaman dari belakang UniEmiratArabdanIsrael
Baca lebih lajut »