Tim penilai kinerja BUMN ini akan bekerja untuk mengoreksi dan mengevaluasi kinerja, produktivitas, hingga kegagalan dalam pengelolaan BUMN.
PENGELOLAAN Badan Usaha Milik Negara yang diharapkan menjadi lokomotif pembangunan untuk peningkatkan kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa dianggap belum maksimal.
Menurut Rapsel, tim penilai kinerja BUMN ini akan bekerja untuk mengoreksi dan mengevaluasi kinerja, produktivitas, hingga kegagalan dalam pengelolaan BUMN. “Tufoksi tim penilai ini adalah memberi scoring untuk jabatan dirut maupun komisaris utama di seluruh perusahaan BUMN setiap tiga bulan. Mereka akan menilai apakah kehadiran sosok tersebut justru men-downgrade maupun mereduksi kesolidan organisasi perusahaan atau tidak,” jelasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sinergi Kawal BUMN Kritik Parpol yang Minta Jatah Posisi Direksi dan Komisaris BUMNPenunjukan figur-figur direksi dan komisaris yang dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir sudah melewati tahapan dan ketentuan yang berlaku.
Baca lebih lajut »
Dukung Tapera, Perumnas Siapkan Rumah Murah untuk PNS hingga Pegawai BUMNTerbitnya PP Tapera menjadi signal positif bagi para pengembang.
Baca lebih lajut »
Saham Bank BUMN Mengilap karena Celengan Rp30 T PemerintahEllen May Institute merekomendasikan beli maksimal dua dari empat saham bank BUMN karena tren sahamnya bergerak naik.
Baca lebih lajut »
Chatib Basri Kritisi Celengan Pemerintah Rp30 T di Bank BUMNChatib Basri menilai penempatan dana pemerintah Rp30 triliun di bank BUMN akan percuma karena permintaan kredit rendah era corona.
Baca lebih lajut »