Pengamat intelijen Tigor Mulo Horas Sinaga, mengatakan, menjelang hari pelantikan Presiden pada tanggal 20 Oktober 2019, potensi teror terbuka lebar. Wirantoditusuk
Rumah kontrakan dua orang pelaku penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Kampung Sawah, Kecamatan Menes, Pandeglang. Foto: Mulyana- Penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto sudah direncanakan untuk menciptakan citra kondisi seakan-akan Indonesia tidak aman. Hal itu dikatakan pengamat intelijen Tigor Mulo Horas Sinaga.
"Serangan terhadap Pak Wir itu jelas by design, ya. Di beberapa negara Eropa, serangan teror juga menggunakan pisau supaya efektif melukai target. Tujuannya untuk cipta kondisi seakan-akan Indonesia tidak aman," kata Horas di Jakarta, Jumat .Baca Juga:“Tujuannya agar masyarakat merasa takut. Teroris ini juga ingin dilihat khalayak bahwa mereka eksis. Saya mengimbau masyarakat tetap tenang," ujar Horas.
Pengamat intelijen dari Generasi Optimis Indonesia itu menyayangkan lunaknya pengamanan terhadap Wiranto yang akhirnya memberi ruang bagi pelaku penikaman melancarkan aksinya. "Semua sudah mereka diperhitungkan. Kedua pelaku bisa mengelabui petugas. Mereka menerobos celah sistem pengamanan ring 1 Pak Wir. Ini teroris yang terlatih dan sudah siap mati," terang Horas.Alumnus prorgam Bela Negara Kementerian Pertahanan itu mendorong Pemerintah meningkatkan pengamanan VVIP.
Dia menganalisis, menjelang hari pelantikan Presiden Jokowi serta Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada tanggal 20 Oktober 2019, potensi teror terbuka lebar.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
JK: Penusukan Terhadap Wiranto Tak Akan Ganggu Pelantikan PresidenWakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan penyerangan dan penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto tidak akan mengganggu pelantikan...
Baca lebih lajut »
Ketua MPR Minta Polisi Ungkap Motif Penyerangan WirantoBamsoet meminta penyerangan terhadap Wiranto tak dikaitkan dengan pelantikan presiden
Baca lebih lajut »
JK: Penusukan Wiranto Bukti Kelompok Radikal Masih BerkeliaranJK tidak melihat kejadian penusukan terhadap Wiranto akan memengaruhi pelantikan presiden terpilih pada 20 Oktober.
Baca lebih lajut »
Pengamat: Pelantikan Jokowi-Ma'ruf mutlak harus dilakukanPengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih berdasarkan pemilihan ...
Baca lebih lajut »
Setelah Wiranto Ditusuk, Kapolda Jatim Minta Pengamanan Pejabat DitingkatkanPolres diminta memantau dan mendeteksi aktivitas yang berpotensi mengancam kamtibmas jelang hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.
Baca lebih lajut »