Pemerintah bakal menata tanah masyarakat yang sudah ada di kawasan tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang mengaku telah menyiapkan 180 ribu hektare lahan di kawasan ibu kota baru. Dari jumlah tersebut, mayoritas tanahnya berstatus hutan.
Ia juga mengatakan bahwa dalam pembangunan ibu kota baru nantinya, pemerintah tidak akan merugikan masyarakat yang telah tinggal di daerah tersebut atau warga lokal. Dalam penataan pertanahan nantinya, dia berkomitmen tidak akan melakukan gusur-menggusur. Pemerintah mengaku bakal menata tanah masyarakat yang sudah ada di kawasan tersebut lebih dahulu.
"Sebanyak hampir 80 persen peningkatan ekonomi ada di wilayah Indonesia bagian barat, utamanya di Pulau Jawa, sedangkan sisanya tersebar di wilayah bagian tengah Indonesia serta bagian timur," kata Bambang.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Karhutla 2019 Hanguskan 86 Ribu Hektare Lahan GambutDari total lahan yang terbakar, 53 ribu hektare di antaranya adalah target restorasi.
Baca lebih lajut »
Harga Emas Antam Rontok Rp10 Ribu per Gram Jadi Rp751 RibuHarga jual emas Antam berada di posisi Rp751 ribu per gram pada Selasa (1/10) atau anjlok Rp10 ribu dari Rp761 ribu per gram pada Senin (1/10).
Baca lebih lajut »
106 Ribu Wanita Bakal Terima Hibah dari Orang Terkaya AfrikaSedari awal berjalan, program ini memang ditujukan untuk wanita yang membutuhkan.
Baca lebih lajut »
Puluhan Ribu Buruh dari 10 Provinsi Bakal Ikut Demonstrasi di DPRDalam demonstrasi di DPR hari ini, demo buruh membawa tiga tuntutan, termasuk minta revisi PP No.78/2015 tentang pengupahan yang dijanjikan Jokowi.
Baca lebih lajut »
Di Balik Demonstrasi Ada Rezeki Buat Novan & Yana, Bisa Dapat Rp 700 RibuDari petugas kepolisian, wartawan, hingga masyarakat di sekitar area demonstrasi banyak yang membeli barang dagangan Novan. Demonstrasi
Baca lebih lajut »