Saat ini baru 13 persen atau sekitar 8 juta UMKM yang terkoneksi dengan platform digital.
Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM tengah mempersiapkan 150 UMKM masuk dalam e-catalog LKPP. Langkah ini diambil dalam rangka menumbuhkan permintaan produk UMKM.
Program ini nanti kata Fiji dibagi dalam 12 kluster. Mulai dari jasa konstruksi hingga sektor kuliner."Jasa konstruksi juga akan diberikan kepada UMKM. Ini untuk kepastian bisnis dari hulu ke hilir," ujar Fiki. "UMKM yang terdata 64 juta, 93 persen kelompok mikro dan ulta mikro, baik itu yang buka lapak di pinggir jalan, PKL, sampai warung yang memang sektro informal," kata dia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
AS Diprediksi Catat 150 Ribu Kematian Karena Covid-19 |Republika OnlineCDC AS perkirakan kematian akibat Covid-19 bisa menyentuh 150 ribu jiwa
Baca lebih lajut »
Tak Pakai Masker Saat di Luar Rumah, Siap-Siap Bayar Denda Rp 150 ribuBagi pengendara yang tidak memakai masker di masa menuju new normal akan kena denda Rp 150.000. dendatidakpakaimasker
Baca lebih lajut »
Polri-BC Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Sabu-Sabu Asal TiongkokPolri bersama Bea dan Cukai (BC) berhasil membongkar kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi jaringan internasional asal Tiongkok. penyelundupannarkoba
Baca lebih lajut »
BSN Dorong UMKM Tembus Pasar Australia dan Manfaatkan IACEPA |Republika OnlinePerjanjian IA-CEPA akan mulai berlaku 5 Juli
Baca lebih lajut »
Ridwan Kamil Dorong UMKM Jabar Pindah Haluan ke DigitalGubernur Jabar Ridwan Kamil mendorong UMKM, terutama 37 ribu UMKM di wilayahnya, yang terdampak corona mengalihkan bisnis ke digital.
Baca lebih lajut »
Apindo: Barang Pokok dan Makanan Bantu Dongkrak Omset UMKM |Republika OnlineMayoritas UMKM merasakan penurunan omset selama pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »