Unjuk rasa, Selasa (1/10/2019), di pusat kota Baghdad itu disebut yang terbesar sejak Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi berkuasa akhir Oktober 2018.
Petugas keamanan sampai harus menembakkan meriam air dan melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa yang memadati jalanan di pusat kota Baghdad dan Lapangan Tahrir.
Irak menempati peringkat ke-12 negara paling korup di dunia, menurut Transparency International, dengan pemadaman listrik kerap terjadi, kekurangan air menjadi hal biasa, dan tingginga angka pengangguran, terutama dari kalangan muda.Para pengunjuk rasa, yang hampir seluruhnya adalah kaum laki-laki, turun ke Lapangan Tahrir di pusat kota Baghdad, sambil membawa bendera Irak.
Polisi anti-huru hara sempat membubarkan massa, namun para pengunjuk rasa berkumpul kembali dan berjalan ke zona hijau keamanan tinggi di mana kantor pemerintah dan kedutaan asing berada. Meskipun frustasi dengan pemerintahan saat ini, jalan-jalan di Baghdad relatif tenang, sebelum sejumlah faktor akhirnya memicu timbulnya kemarahan publik.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Warga Bandung Barat Gelar Shalat Istisqa Minta Turun HujanShalat istisqa digelar menyusul kemarau berkepanjangan.
Baca lebih lajut »
Demonstrasi mahasiswa: ‘Dijebak perusahaan bus saat pergi ke lokasi hingga dukungan dari warga’Mahasiswa di Semarang mengaku dibawa putar-putar oleh sopir bus sebelum tiba di Jakarta, sedangkan mahasiswa di Jogja merasa merinding melihat ribuan orang menutup salah satu jalan di kotanya. Ini adalah kisah personal para pengunjuk rasa dari bangku kuliah.
Baca lebih lajut »
Pemerintah Harus Optimal Lindungi Warga di WamenaSementara Warga di Papua diharapkan bisa saling menjaga.
Baca lebih lajut »