Jasad Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang di Selat Hormuz, 3 Awak Masih Hilang

Kapal Kargo News

Jasad Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang di Selat Hormuz, 3 Awak Masih Hilang
IRGCKapal Kargo ThailandSelat Hormus

Sisa jasad ditemukan di kapal Thailand yang diserang di Selat Hormuz, sementara tiga awak masih hilang di tengah konflik yang kian memanas.

Jasad manusia ditemukan di kapal kargo Thailand MV Mayuree Naree yang terdampak serangan di Selat Hormuz pada Maret 2026, di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.Otoritas Thailand sebelumnya menyatakan, sebanyak 20 awak kapal berhasil diselamatkan oleh angkatan laut Oman.

Sementara itu, tiga awak lainnya masih dinyatakan hilang setelah ledakan di bagian buritan kapal memicu kebakaran hebat di ruang mesin.Kapal kargo Mayuree Naree dari Thailand yang diserang di Selat Hormuz Iran, terbakar pada 11 Maret 2026. Selat Hormuz ditutup imbas dari perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut, jasad ditemukan saat tim melakukan pemeriksaan lanjutan di kapal dalam kondisi yang sangat sulit. Kerusakan berat akibat kebakaran serta banjir di ruang mesin membuat proses pencarian dan identifikasi korban menjadi terhambat. Pihak Precious Shipping juga memastikan bahwa temuan tersebut berasal dari area kapal yang terdampak langsung serangan.Keluarga dari tiga awak kapal yang masih hilang telah diberi tahu mengenai perkembangan terbaru ini. Sebanyak 20 awak kapal yang selamat sebelumnya telah dipulangkan ke Thailand pada pertengahan Maret, setelah dievakuasi oleh angkatan laut Oman. Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan pihaknya akan bekerja sama dengan otoritas Iran, kedutaan Thailand, serta tim forensik untuk mengidentifikasi korban.Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah di bagian buritan, memicu kebakaran besar, serta banjir di ruang mesin.Dalam beberapa bulan terakhir, Selat Hormuz, jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan perdagangan global, mengalami peningkatan ketegangan, termasuk serangan drone dan konfrontasi militer. Situasi ini membuat kapal komersial dan awak sipil menghadapi risiko yang semakin tinggi saat melintas di kawasan tersebut. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB dilaporkan menunda pemungutan suara terkait rencana otorisasi penggunaan kekuatan pertahanan untuk melindungi jalur pelayaran dari serangan di Selat Hormuz. Meski insiden ini tergolong serius, pihak Precious Shipping menyatakan kapal tersebut telah diasuransikan terhadap risiko perang dan menilai dampak finansial serta operasional perusahaan sejauh ini masih terbatas.KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.Iran Beri Izin Kapal Asing Melintas, Mengapa Kapal RI Masih Tertahan di Selat Hormuz?Anak Buah Purbaya: Sektor Manufaktur Indonesia Tetap EkspansifIran Curigai Drone Arab Saudi–UEA Masuk Wilayahnya, Konflik Bakal Melebar?Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

kompascom /  🏆 9. in İD

IRGC Kapal Kargo Thailand Selat Hormus MV Mayuree Naree Precious Shipping Kementerian Luar Negeri Thailand Indonesia Kapal Kargo Sisa Jasad Ditemuka Di Kapal Kargo Berbendera Tha

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Selat Hormuz Kembali Bisa Dilewati Sejumlah Kapal, Ada dari Indonesia?Selat Hormuz Kembali Bisa Dilewati Sejumlah Kapal, Ada dari Indonesia?Kapal mulai melintasi Selat Hormuz setelah ketegangan perang Iran. Upaya internasional untuk memastikan pengiriman kargo vital dan mencegah krisis pangan.
Read more »

Kapal Prancis Berhasil Lewati Selat Hormuz: Mengapa Kapal Indonesia Masih Tertahan?Kapal Prancis Berhasil Lewati Selat Hormuz: Mengapa Kapal Indonesia Masih Tertahan?Iran mulai mengizinkan kapal asing melintas Selat Hormuz di tengah konflik, namun kapal Indonesia masih tertahan. Artikel ini membahas alasan di balik penundaan tersebut, kemungkinan terkait protokol keamanan di wilayah konflik, dan perlunya diplomasi aktif dari pemerintah Indonesia.
Read more »

Iran Beri Izin Kapal Asing Melintas, Mengapa Kapal RI Masih Tertahan di Selat Hormuz?Iran Beri Izin Kapal Asing Melintas, Mengapa Kapal RI Masih Tertahan di Selat Hormuz?Iran mulai membuka Selat Hormuz bagi kapal asing, tetapi kapal Indonesia masih tertahan di tengah dinamika perang dan diplomasi.
Read more »

Kapal Milik Perancis Tembus Selat Hormuz Lewat Rute Pulau Larak, Pertama dari Eropa BaratKapal Milik Perancis Tembus Selat Hormuz Lewat Rute Pulau Larak, Pertama dari Eropa BaratKapal milik Perancis berhasil melintasi Selat Hormuz usai lebih dari sebulan jalur transportasi vital itu ditutup akibat perang di Iran.
Read more »

Iran Melunak, Kapal Negara Ini Sudah Bisa Lewat Selat HormuzIran Melunak, Kapal Negara Ini Sudah Bisa Lewat Selat HormuzSejumlah kapal dari Oman, Prancis, dan Jepang berhasil melintasi Selat Hormuz setelah Iran membuka akses. Pasar minyak menantikan pemulihan lalu lintas.
Read more »

Jenazah awak kapal Thailand ditemukan dekat Selat HormuzJenazah awak kapal Thailand ditemukan dekat Selat HormuzKementerian Luar Negeri (Kemlu) Thailand di Bangkok, Jumat (3/4), mengonfirmasi penemuan bagian tubuh manusia dalam kapal berbendera Thailand "Mayuree ...
Read more »



Render Time: 2026-04-26 19:34:27